Ilustrasi

MANAberita.com — KAMU yang memiliki masalah kesuburan biasanya sulit hamil. Salah satu cara dokter untuk membantu Moms dengan masalah seperti ini adalah meresepkan obat penyubur kandungan.

Meski demikian, jenis obat penyubur kandungan yang diresepkan oleh dokter bisa berbeda antara kamu satu dengan yang lain karena tergantung akar masalah masing-masing.

Lantas, kapan seorang perempuan perlu minum obat penyubur? Perlukah obat penyubur bagi setiap kamu yang tak kunjung hamil? Amankah obat penyubur?

Loading...

Yuk, lengkapi wawasan seputar obat penyubur dengan menyimak penjelasan berikut.

Cara Kerja Obat Penyubur

Ada banyak tipe obat penyubur bagi perempuan. Obat penyubur kandungan yang paling umum diresepkan bagi perempuan bekerja dengan cara merangsang rahim memproduksi lebih dari satu sel telur sehingga memperbesar peluang Moms untuk hamil.

Obat ini dikenal dengan nama Clomiphene citrate. Dikutip dari situs Web MD, Clomiphene telah digunakan selama lebih dari 40 tahun untuk membantu Moms yang memiliki masalah ovulasi untuk dapat hamil.

Sekitar 60-80 persen kamu yang mengonsumsi Clomiphene berhasil ovulasi dengan normal, dan setengahnya berhasil hamil. Sebagian besar kehamilan terjadi dalam tiga siklus.

Efek samping dari obat ini antara lain hot flashes, pandangan kabur, mual, perut kembung, dan sakit kepala.

Sementara, obat penyubur kandungan yang lain bekerja dengan cara mencegah terjadinya ovulasi prematur pada proses teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART).

Biasanya, obat ini diresepkan oleh dokter bagi kamu yang sedang menjalani inseminasi buatan atau pogram bayi tabung.

Kapan Perlu Obat Penyubur?
Perempuan dengan salah satu kondisi berikut bisa saja memerlukan bantuan obat penyubur untuk dapat hamil:

-Masalah dengan ovulasi

-Gangguan fungsi tiroid

-Gangguan makan

-Gangguan berat badan (kurang ataupun berlebih)

-Kelebihan produksi prolaktin atau masalah pada hormon perangsang folikel (FSH) dan luteinizing hormone (LH)

Risiko Terhadap Kanker

Salah satu kabar tentang obat penyubur kandungan adalah berisiko memicu kanker di payudara ataupun rahim. Jadi, amankah obat penyubur?

“Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa mengonsumsi obat penyubur meningkatkan risiko seorang perempuan terkena kanker payudara,” kata Jennifer Litton, M.D., ahli onkologi medis payudara di MD Anderson Cancer Center di Houston.

Dikutip dari situs Health.com, analisis terhadap 23 studi tidak menemukan adanya peningkatan risiko kanker payudara pada perempuan yang mengonsumsi obat penyubur kandungan.

Selain itu, sebuah studi di Swedia justru menemukan tingkat kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan yang memiliki anak melalui bayi tabung justru rendah dibandingkan mereka yang hamil tidak dengan prosedur tersebut.

Laurie McKenzie, M.D., direktur onkologi-kesuburan di Houston IVF mengatakan, IVF sudah ada selama 34 tahun. “Bila prosedur ini berisiko menyebabkan potensi kanker, pasti para ahli sudah membahasnya sejak lama,” terangnya.

Informasi tentang obat penyubur ini hanyalah untuk memberikan wawasan umum ya, Moms. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan sesuai dengan masalah kesuburan yang Moms hadapi, Moms wajib berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga
Bukti Jodoh Tidak Kemana, Orang-Orang ini Dipertemukan Dengan Belahan Jiwanya Melalui Cara yang Tak Terduga
Bukannya Bodoh, Bisa Jadi ini Penyebab Kamu Belum Fasih Berbicara Menggunakan Bahasa Inggris
Awas! 7 Tanda ini Membuktikan Jika Dia Cuma Menjadikanmu Selingan!

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap organ reproduksi dan kondisi kesuburan Moms, barulah dokter dapat menentukan apakah Moms perlu mengonsumsi obat penyubur kandungan, serta jenis obat penyubur mana yang sesuai dengan kondisi Moms. (Dil)

(Sumber: Oramimagazine)