Ibu di Sulsel bekap anaknya karena tidak mau makan

MANAberita.com — BEREDAR video seorang warga desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri. Minggu, (14/04).

Tindakan diduga kekerasan terhadap anaknya terlihat jelas dalam video yang saat ini tersebar melalui grub WA dan media sosial.

Dalam adegan itu nampak seorang ibu yang tengah memberi makan bubur anaknya dengan kasar, dikarenakan anaknya tidak mau makan.

Loading...

Dengan posisi anaknya tidur sesekali dipaksa memasukkan bubur di mulut anaknya dengan mengunakan tangan.

Karna anaknya menangis, kemudian ibu ini menutup badan dan wajah anaknya mengunakan bantal.

Kemudian sempat terlihat dalam video, ibunya memukul mulut anaknya sebanyak 2 kali dan sambil mengerutu.

Diketahui, nama ibu itu bernama Indah, dia memiliki 3 orang anak yang masih duduk di Paud, sementara suaminya berkerja sebagai pelaut.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB), Mas Ati mengatakan bahwa indikasinya adalah akibat sang anak malas makan.

“Kemudian Ibu sangat ingin melihat anaknya makan, namun cara memberikannya makan itu yang salah dan mungkin terlihat kasar,” katanya.

Kata Mas Ati, kejadian tersebut pada Kamis, 11 April 2019 lalu dan saat ini Indah dan anaknya sudah meninggalkan Sinjai ke keluarganya di Pulau Selayar.

“Kita menyikapi karena dia warga Sinjai, itu salah jika itu terus lakukan, ini harus dioptimakan setelah pemilu kami sudah sampaikan kepada Ibu Desa untuk hadirkan seluruh perangkat Ibu-ibu untuk duduk bersama mereka untuk diberikan arahan, pembinaan terkait strategi pemenuhan hak anak dan melindunginya,” bebernya.

Baca Juga
Masya Allah! 9 Hari Terombang Ambing di Lautan Karena Diseret Tsunami, Pria ini Ditemukan Selamat Berkat ‘Nyangkut’ di Pohon
Murid Sekolah Tak Boleh Jajan di Luar, Pedagang Es Ngamuk dan Ancam Guru Pakai Sajam
Resep Ayam Kecap yang Nikmat dan Gurih, Bikin Makan Berkali-Kali!

Lanjut Kadis DP3AP2KB, bahwa kasus seperti ini pertama kalinya di kabupaten Sinjai pada tahun 2019.

“Ia Ini baru, kami juga baru menerima informasi seperti itu, mudah-mudahan hanya itulah,” Kuncinya. (Alz)