Ilustrasi caleg gagal

MANAberita.com– SEDIKITNYA 12 calon anggota legislatif (caleg) dan 5 anggota tim sukses mengalami gangguan kejiwaan dan kini dirawat di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) H Mustajab, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar Purbalingga. Belasan caleg dan tim sukses itu mengalami depresi setelah dipastikan gagal dalam kontestasi Pemilu 2019.

“Totalnya 17 orang. Terdiri dari 9 orang perempuan dan 8 laki-laki. Tapi sudah ada yang pulang, sekarang masih ada 8 orang. Rata-rata dirawat hanya seminggu di sini,” tutur pimpinan sekaligus pemilik RSKJ H Mustajab, Supono Mustajab, mengutip Okezone.

Pasien korban kegagalan pemilu itu, lanjut Supono berasal dari beberapa provinsi di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Usia para ‘caleg depresi’ itu kebanyakan masih muda.

Loading...

“Belum cukup tangguh mentalnya untuk menghadapi kegagalan,” ujar mantan anggota DPRD Purbalingga itu.

Selain caleg yang dirawat inap, tidak sedikit ‘caleg depresi’ yang sempat datang sekadar minta air yang telah didoakan. Menurut Supono, caleg yang sebagian datang dari daerah pantura itu lebih tangguh mentalnya sehingga tidak perlu dirawat inap.

“Hanya ngungun (menyesal). Sudah keluar uang banyak tapi kalah di pemilu,” ujarnya.

Baca Juga
Pengasuh Sibuk Main Hp, Bayi Berusia 3 Bulan Jatuh Dari Gendongan Hingga Alami Retak Tengkorak Kepala, Ceritanya Bikin Sedih
Alhamdulillah! Rombongan Geng Motor Bercelurit di Tambun Bekasi Berhasil Diamankan, 3 Diantaranya Wanita!
Tidak Ada Makanan Karena Gempa, Lapas Palu Kembalikan Narapidana ke Rumah Masing-Masing

Di RSKJ H Supono Mustajab, pasien mendapatkan penanganan berbeda dari pasien umum. Penanganan terhadap ‘caleg depresi’ menggunakan tiga metode.

Yakni metode ilmiah secara medis dan dokter. Metode alamiah dengan makanan yang seimbang. Dan metode pendekatan Ilahiah dengan melibatkan pasien pada kegiatan salat berjamaah, baca Alquran dan tausiah keagamaan. (Dil)