Foto hanya ilustrasi

MANAberita.com — DIDUGA jadi korban pemerasan selingkuhan, video panas oknum seorang bidan desa di Jembranam Bali tersebar viral.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita membenarkan adanya peredaran video itu. Namun, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait video tersebut.

Video itu sudah beredar luas di sosial media masyarakat dan akan didalami.

Loading...

“Informasinya sudah masuk. Tapi belum ada laporan,” ucap Yogie, melansir Tribun Batam.

Yogie menegaskan, atas kasus ini, pihaknya tetap melakukan penelusuran di lapangan. Sebab, informasi itu meresahkan warga. Sehingga, polisi mesti bertindak untuk mengetahui kasus itu lebih jauh.

“Anggota sudah menelusuri di lapangan,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, foto tanpa busana oknum bidan itu ada sebanyak 3 file tangkap layar atau screenshot.

Diduga bahwa unggahan itu dilakukan oleh kekasih atau selingkuhannya.

Tangkapan layar itu diduga diambil ketika sepasang kekasih tersebut sedang terhubung lewat video Whatsapp call. Wanita itu juga terlihat menggunakan ear phone.

Ada pula satu foto yang mempertontonkan sang bidan sedang memegang bagian intimnya hingga yang paling mencengangkan ialah ketika ia memasukkan sebuah timun sebagai sarana pemuas nafsu.

Santer terdengar kasus ini heboh di daerah Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Belakangan juga berkembang isu persoalan permintaan uang hingga Rp 30 juta, supaya foto itu tidak beredar luas di masyarakat.

Salah seorang warga Pekutatan, yang enggan disebut namanya, mengaku bahwa video bidan itu bikin warga heboh dan jadi perbincangan di ‘warung kopi’.

Diduga video tersebut disebarkan oleh sang lelaki yang merupakan selingkuhannya.

Baca Juga
Beredar Video Penangkapan Buaya Besar di Sungai Rengit Banyuasin, Pemangsa Alif?
Pastor yang Menampar Bayi Saat Pembaptisan Akhirnya Diskors
Tetap Tersenyum dan Tidak Kasar Saat di Prank, SPB Toko Sneaker ini Naik Gaji

“Kabarnya sih soal duit. Si pacar minta Rp 30 juta diberi Rp 10 juta, kurang Rp 20 juta.

Terus gimana gak tahu nyebar. Rame di sini. Sudah jadi obrolan warung kopi lah,” bebernya. (Dil)