Bocah TK tewas tergencet pagar otomatis

MANAberita.com — NASIB malang menimpa seorang siswa TK di Kabupaten Bandung setelah dirinya terjepit gerbang otomatis di sekolahnya.

Nyawa Syakira, nama siswa malang tersebut pun tak terselamatkan pada Selasa (30/07) siang.

Syakira terjepit saat dirinya bermain setelah pulang sekolah di PGRA Al Haq Margahayu, Kabupaten Bandung.

Ia bermain di sekitar gerbang otomatis di lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Kejadian terjepitnya Syakira itu disebut terekam CCTV sekolah.

Syakira sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sulaeman Margahayu, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Bocah perempuan itu meninggal dunia.

Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin mengatakan, kejadian yang menimpa bocah malang ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Saya baru dapat informasi pukul 16.00 WIB lebih. Saat kami ke TKP memang betul ada kejadian kecelakaan kejepit sama pintu gerbang otomatis, menggunakan alat penggerak tombol,” katanya, mengutip Intisari Online.

Agus mengatakan, korban lepas dari pengawasan orangtuanya. Sehari-hari korban diantar sekolah oleh sang nenek.

“Kebetulan tombol itu di dalam itu gerbang bukan ke tempat TK tapi ke MTs, jadi ke TK terbuka. Saat saya ke sana korban sudah tidak ada sudah dibawa pihak keluarga,” katanya.

Pihaknya juga sempat mendatangkan INAFIS Polres Bandung, namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan penyelidikan.

“Keluarga keberatan untuk diambil gambar juga. Karena sudah menyatakan sebagai musibah. Takdir dari Allah dan menolak untuk diotopsi,” jelasnya.

Hingga saat ini pernyataan kejadian tersebut sebagai musibah dari pihak keluarga sedang diproses.

Sementara terkait luka yang dialami korban pihaknya tidak mengetahui karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik juga mengatakan berdasarkan pantauan CCTV kejadian terjepitnya bocah di gerbang sekolah merupakan musibah.

“Hasil pantauan CCTV itu bukan menjadi sebuah kesalahan tapi menjadi musibah,” ujarnya.

Gerbang otomatis itu berada di antara PGRA dan MI serta bisa menghubungkan ke Mts.

Gerbang berwarna krem tersebut memiliki tingginya sekitar tiga meter dan panjang sekitar empat meter. Sedangkan tombol gerbang otomatis itu terletak di sekitar MTs dan MA.

Dikabarkan gerbang tersebut baru dipasang pihak sekolah.

Baca Juga
ABG di Blitar Dipaksa Pacar ‘Kuda-Kudaan’ Sambil Live di Facebook, Tujuannya Licik Banget!
Mantan Begal Bagikan Tips Agar Terhindar dari Pembegalan
Wanita ini Sudah 17 Kali Aborsi Dalam Waktu 6 Tahun, Beginilah Kondisi Mengerikan Rahimnya

Sementara itu pihak Kementrian Agama Kabupaten Bandung kini tengah mencari informasi terkait kronologi kejadian tersebut.

“Kami cari informasi dulu, kami kan berjenjang infomasinya, kami ke Ketua Forumnya dulu (Forum PGRA Kabupaten Bandung). Kami cari kronologi dulu,” ujar Humas Kementerian Agama Kabupaten Bandung Ahmad Suhaeri. (Dil)