Young Lex

MANAberita.com — BUKAN hal yang baru jika lagu-lagu Young Lex disebut-sebut terlalu frontal atau berdampak negatif. Lagu barunya yang baru saja dirilis beberapa waktu lalu yakni “Bodo Amat” pun kembali mendatangkan masalah.

Pasalnya, seorang psikolog ternama Dedy Susantomenyebutkan lagu itu merusak generasi muda.

Melansir kanal247, Dedy melalui akun Instagram pribadinya @dedysusantopj, meminta orang-orang untuk sudi membantunya mengirim pesan kepada Kominfo agar menarik peredaran lagu Young Lex. Dedy menyebutkan bahwa lagu itu berdampak buruk bagi para generasi muda lantaran akhirnya kerap mengucapkan kata “bodo amat” kepada orang-orang dewasa.

Dedy menjelaskan bahwa lirik lagu “Bodo Amat” milik Young Lex benar-benar tidak sepatutnya diperdengarkan bebas lantaran anak-anak di bangku sekolah dasar pun bisa mengakses. Pria itu menyebutkan terang-terangan bahwa kata-kata tidak sopan dalam lirik lagu Young Lex sangat tidak pantas diucapkan.

“Tolong bantu saya ya kawan, mungkin memakan waktumu sekian menit untuk email namun aku bangga padamu karena kamu meluangkan waktumu untuk melakukan ibadah. Iya ini bagian dari ibadah karena kita ingin bermanfaat bagi bangsa ini terutama anak-anak,” tulis Dedy pada caption surat terbuka yang ia bagikan.

Unggahan yang dibagikan pada Sabtu (03/08) itu segera dibanjiri oleh komentar warganet. Mereka terlihat sama-sama jengah dengan lagu “Bodo Amat” yang menjadi trending di YouTube Indonesia saat ini. Warganet bahkan mengaku siap membantu demi menghilangkan lagu itu dari YouTube. Ada pula bahkan yang sampai melihat sendiri bagaimana lagu itu membawa pengaruh buruk kepada anak-anak.

“Siap paduka sdh sy email… Trnyata dia thoo yh bikin kalimat bacot amat. Pgn gw tabok deh,” seru @a***24.

Baca Juga
Adik Vicky Prasetyo Dibacok Orang Misterius Hingga Jari Hampir Putus, Respon Angel Lelga Tak Terduga!
Bukan Karyawan Kafe atau Aktor, Ternyata Profesi Fadel Islami Suami Muzdalifah
Wow! 10 Artis Cantik Ini Dicap Pelakor, Nomor 8 Parah Banget

“Waduuhhhh…… Saya ibu 2 anak. Worry jugaaa… Duhhhh macem2 aja ya menjadi contoh tak baik sekali… Saya bantu email,” terang @b***ia.

“Bener muridku ada yg bilang gini ke temennya, aku marahin katanya ini lg ngetren bu. Bu guru g lihat y di youtube. Duh nyesek,” curhat @c***ki. (Ila)