Ilustrasi napi

MANAberita.com — ANGGOTA Panitia Kerja (Panja) Revisi Undang-Undang Nomor 12/1995 tentang Permasyarakatan (UU Pas) dari Fraksi PAN, Muslim Ayub mengatakan revisi UU Pas mengatur soal rekreasional, remisi, asimilasi, cuti bersyarat dan beberapa hak lainnya bagi narapidana.

Melansir Jitunews, ia mengatakan hak cuti bersyarat ini bisa dipergunakan oleh tahanan dan napi untuk keluar lapas untuk pulang ke rumah atau bahkan bisa rekreasi ke pusat pembelanjaan. Tetapi, harus dengan pengawasan petugas alias didampingi.

“Terserah kalau dia mau cuti di situ, mau dalam arti dia ke Mall juga bisa, iya kan? Kan cuti, bisa ngambil cuti, dan didampingi oleh petugas lapas. Apapun yang dia lakukan itu didampingi oleh petugas lapas,” ujar Muslim.

Aturan baru tersebut menuai tanggapan dari netizen.

@Hendrick K Jacobus: Makin ngawur aja aturan, bahaslah hukuman mati bagi koruptor. Tak usah buat pasal yang tak punya manfaat. Jerat terhadap koruptor pidana hukuman mati itu jauh lebih bermanfaat.

Baca Juga
Sindir Wanita Gila Pangkat, Perawat ini Pacari Tukang Penyadap Karet, Intip Foto Prawedding-nya
Kucing Terjepit di Eskalator Bandara, Petugas Keamanan: “Itu Bukan Bagian Saya!”
Beli Bubble Tea, Pria ini Terkejut Setelah Temukan Sesuatu di Dalam Minumannya

@Bambang: Cutinnya pas hari raya besar aja seperti lebaran, sekalian kasih THR nya biar bisa ke mall belanjar, yuhu, ancur.

@Hari Subagio: Lha emang napi itu karyawan apa? yang bisa dapat cuti. Terus kalau napi wanita bisa dapat cuit haid juga (terus pulang ke rumah). (Dil)