Ilustrasi

MANAberita.com – MASALAH ketidaksetiaan atau perselingkuhan mungkin menjadi salah satu permasalahan paling umum yang terjadi dalam sebuah hubungan.

Pulih dari masalah perselingkuhan bukanlah hal yang mudah. Terapis pernikahan dan keluarga, Amanda D. Mahoney mengungkapkan penjelasannya.

Pasien-pasiennya yang berhasil melalui masa-masa sulit pascaperselingkuhan pada umumnya memiliki satu kesamaan.

“Ada kemauan untuk memproses gejala-gejala potensial yang mungkin berkontribusi terhadap perselingkuhan, dibandingkan dengan hanya fokus pada perselingkuhan itu sendiri,” kata Mahoney, melansir Kompas.com.

Memperbaiki hubungan mungkin tidak mudah. Namun kamu bisa saja menjadi individu yang lebih kuat daripada sebelumnya, jika kamu menghadapinya dengan benar.

“Katalis penting untuk tumbuh dalam satu hubungan adalah ketika kamu dan pasangan bersama-sama dan berusaha mempertahankan hubungan tersebut.”

Demikian ujar pakar hubungan dan pembawa acara Evine After Dark, Jen Elmquist.

Jika kamu pernah diselingkuhi oleh pasangan, atau kamu menjadi pihak yang pernah berselingkuh, lalu ingin memperbaiki hubungan dengan pasangan, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

Langkah ini penting agar kamu bisa ‘move on’ dan memperbaiki hubungan yang mungkin pernah retak.

Elmquist mengatakan, harus ada penyesalan yang kuat dari pihak yang pernah berselingkuh. Sikap itu perlu ditunjukkan kepada pasangan.

Jangan sampai pihak yang berselingkuh justru menunjukkan sikap tak peduli.

“Jika pasanganmu berselingkuh darimu dan kamu tidak merasakan perasaan menyesal darinya, maka itu menjadi poin awal untuk menentukan, apakah hubunganmu bisa kembali seperti sedia kala atau tidak,” kata dia.

Tahapan ini adalah yang paling sulit, dan menentukan apakah kamu dan pasangan masih bisa bersama atau tidak.

Menurut Mahoney, setiap orang bisa saja membuat pilihan yang salah dalam hidupnya.

Namun, yang menjadi pertanyaan dalah apakah pilihan yang salah tersebut, dan gejala-gejala lainnya akan memengaruhi hubunganmu di masa depan?

Jawabannya sangat bergantung dari faktor di balik perselingkuhan yang dilakukan.

Seperti kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi dalam hubungan, komunikasi yang buruk, buruknya keterkaitan emosional, hingga peran gender kuno.

Semua alasan itu bisa menjadi dorongan terjadinya perselingkuhan.

Menurut Elmquist, perselingkuhan sangatlah kompleks.

Ada kedalaman dan kompleksitas mengapa orang-orang berselingkuh dan bagaimana pihak yang mengalami bisa memulihkan kembali hubungan satu sama lain.

“Mengapa perselingkuhan terjadi? Apa hal dalam hubungan kita yang membuka pintu perselingkuhan terjadi? Mencari tahu semua penyebab itu sangatlah penting,” kata dia.

Namun, jika pihak yang berselingkuh terlihat tidak mau terbuka tentang perselingkuhan tersebut atau bahkan menyalahkan, memulihkan hubungan mungkin tidak bisa dilakukan.

“Alasannya bisa terlalu disederhanakan. Seperti, ‘karena aku laki-laki’ atau ‘ini tak sengaja terjadi’,” kata pelatih dan penulis pernikahan, Lesli Doares.

Cara membangun kembali kepercayaan adalah dengan menyelesaikan masalah yang terjadi, sehingga hal yang sama tidak terjadi di masa depan.

Jika perselingkuhan benar-benar sudah berakhir, ambillah langkah untuk memutus kontak dengan pasangan selingkuh tersebut demi melancarkan proses pemulihan.

“Hapus kontaknya, blokir nomornya, dan hapus media sosialnya menjadi langkah yang penting.”

Begitu kata praktisi terapi pernikahan dan hubungan berlisensi dari Tennessee, Dr. Brandon Santan.

Diselingkuhi akan memberikan efek merusak, namun satu faktor yang perlu dipertimbangkan adalah kurangnya kejujuran.

“Kebohongan adalah bagian besar dari pengkhianatan,” kata Doares.

Doares menyarankan pihak yang berselingkuh untuk jujur sepenuhnya tentang detil perselingkuhan yang dilakukan untuk bisa mempermudah proses pemulihan hubungan.

“Pihak yang berselingkuh harus transparan dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan padanya,” ucap dia.

Tingkat transparansi tersebut harus terus dilanjutkan, demi mendapatkan kembali kepercayaan yang telah hilang. Sebab ini adalah kunci proses pemulihan.

Selesaikanlah semua hal yang membuat pasanganmu tidak nyaman.

Pihak yang berselingkuh juga bisa memberikan akses pada semua media sosialnya dan mengatakan dengan siapa dia pergi setiap sedang tidak bersama pasangan.

Mungkin terdengar merepotkan dalam jangka pendek, namun hal ini penting untuk membangun kembali kepercayaan.

Mungkin naluri pihak yang diselingkuhi ingin memberitahu perilaku buruk pasangannya ke publik, misalnya lewat media sosial.

Namun, Travis McNulty, LHMC (konselor kesehatan mental berlisensi) mengatakan hal itu wajar dirasakan oleh pihak yang dikhianati.

Namun, akan lebih baik jika memilih untuk bicara pada pihak tertentu tentang apa yang dihadapi, misalnya kepada terapis.

Selektiflah memilih orang-orang sekitar untuk teman curhat, sebab langkah itu bisa jadi malah merugikan.

“Semakin banyak orang yang tahu, semakin banyak pula orang yang memberi opini mereka dan berusaha melindungimu agar tidak terluka,” kata McNulty.

Bagi terapis, kondisi tersebut justru merupakan mimpi buruk karena akan membuat pihak yang dikhianati semakin sulit untuk move on. Apalagi, jika kedua belah pihak sepakat untuk memperbaiki hubungan.

“Orang yang diselingkuhi bisa saja memaafkan, namun orang-orang dekat dan keluarga mereka justru mungkin masih sulit memaafkan dan menyimpan dendam.”

“Hal ini menambah tekanan pada hubungan yang ingin diperbaiki,” kata dia.

Setelah perselingkuhan terjadi, kita mungkin tidak tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk memulai proses pemulihan hubungan.

Jika kamu merasa percakapan bersama pasangan seperti berjalan di tempat, pertimbangkan lah untuk memakai jasa terapis untuk membantu prosesnya.

Terapis bisa berperan sebagai pihak netral yang membantu mengidentifikasi kebutuhan apa yang tidak sama antara dua individu dalam berhubungan.

“Dalam tahapan investigatif tersebut, pasangan seringkali mengungkapkan kesepahaman mereka, menumbuhkan kembali kasih sayang mereka, memecah kebuntuan dalam menyelesaikan masalah, dan move on,” kata Mahoney.

Baca Juga
Maskara Sering Kering dan Menggumpal? Inilah Tips Mencairkannya, Pakai Baby Oil Juga Bisa!
Tak Puas Punya Istri yang Masih Muda, Pria ini Nekat Selingkuh Dengan Nenek 72 Tahun
Move On! Beginilah Caranya Melepaskan Bayangan Mantan dan Membuat Hidup Lebih Bahagia

Para terapis biasa menyarankan agar mereka mengubur permasalahan tersebut dan membuka lembaran baru.

Dalam menjalani hubungan baru tersebut, setiap individu harus belajar untuk peduli dan menyayangi satu sama lain. (Dil)