Ilustrasi bubble tea

MANAberita.com — BUBBLE tea sekarang sedang menjadi minuman yang trending di kalangan masyarakat dunia.

Harganya yang murah, serta rasanya enak membuat orang berbondong-bondong mengantri untuk bisa membeli dan mengonsumsi minuman ini.

Namun apa yang terjadi jika momen trendingnya bubble tea ini digunakan untuk sesuatu yang tidak benar?

Dilansir dari  Pikiran-Rakyat.com, Kepolisian Malaysia baru-baru ini melakukan penggerebekan terhadap komplotan pengedar narkoba.

Pada saat penggerebekan, polisi terkejut dengan hasil temuan mereka. Polisi mendeskripsikan ini sebagai cara yang benar-benar brilian atau cara yang benar-benar bodoh.

Alih-alih menyelundupkan narkoba dalam bentuk pil atau bubuk yang akan membuatnya terlihat sangat jelas, komplotan ini menggunakan momentum trendingnya bubble tea untuk membuat keuntungan.

Ekstasi yang mereka produksi, diubah menjadi bubuk sebelum dicampur dengan teh susu dari satu merek populer.

Minuman juga bisa dibuat sesuai permintaan seperti es teh lemon, jus anggur, dan minuman lainnya.

Komplotan Pengedar Narkoba temukan cara baru untuk selundupkan narkoba yaitu dengan mencampurnya dengan minuman bubble tea World of Buzz

Satu minuman ini dijual dengan harga yang sangat fantastis mencapai angka Rp 840 ribu hingga Rp 1,1 juta.

Komplotan ini terdiri dari 4 orang pria dan juga tiga orang wanita.

Baca Juga
Inilah Alasan Steve Emmanuel Bawa Kokain 100 Gram Sendiri dari Belanda
Terungkap! Bukan Hanya Pemakai, Roro Fitria Diduga Sebagai Pengedar Narkoba
Demi Menikahi Kekasih, Pria ini Rela 4 Kali Bekerja Dalam Sehari

Pada saat kejadian, polisi menyita lebih dari 131 paket bubuk teh susu dan 27 minuman yang semuanya telah dicampur dengan ekstasi.

Modus pencampuran narkoba di dalam minuman bukanlah hal yang baru dilakukan. Akan tetapi penggunaan bubble tea sebagai minumannya baru dilakukan pertama kali. (Alz)