Pemulung dikira penculik anak

MANAberita.com — IRAWATI, hanya duduk termenung di salah satu ruangan Polsek Tanjungkarang Timur. Ia duduk di atas kursi plastik berwarna hijau sambil melamun, di depannya juga ada gelas berisi air minum, dan beberapa makanan ringan.

Ia tak mengira, kalau dirinya sempat dituding oleh warga sebagai penculik anak. “Saya ini cuma pemulung, mana berani saya culik anak,” kata Irawati, melansir Lampost.

Ia memaparkan kalau dirinya berasal dari Puncak Sekuing, Palembang, dan sudah 6 bulan tinggal di Bandar Lampung. Dirinya merantau di Lampung untuk mencari penghidupan, dan menjadi pemulung. Beberapa barang seperti pisau, botol minum, bahkan panci pun ia dapat dari membeli, bukan hasil mencuri.

Ia pun tampak kecewa mengapa bisa dituduh sebagai penculik anak. Ia menceritakan saat itu sedang duduk di dekat rumah Gita, orang yang menuduhnya. Saat itu dirinya dalam kondisi kecapean, dan beristirahat.

“Saya bawa karung isinya banyak, makanya duduk dulu. Tiba-tiba ada yang nyamperin saya maksa buka isi karung, dan nuduh penculik. Dia juga agak teriak, karena saya enggak mau ramai, saya tingggalin,” katanya.

Sesampainya di depan toko Megawarna, lalu dia kembali istirahat karena kelelahan. Namun, ia ternyata memang diikuti oleh wanita yang menuduhnya menculik anak, dan memaksa membuka karung.

“Padahal saya cuma istirahat doang, ini malah jadi ramai saya juga minta maaf sama pemilik toko cat itu,” katanya.

Baca Juga
Deysi Tuwo Tewas Dimangsa Buaya, Polisi Justru Sibuk Cari Orang Jepang ini, Siapa?
Ibu Jual Bayi Kembarnya Seharga 88 Juta Untuk Beli Handphone Baru dan Bayar Cicilan Kartu Kredit
Kaset Jadul, Membawa Orang Malaysia Ke Palembang

Sementara itu, Kapolsek Tanjungkarang Timur Kompol Irianto mengklarifikasi hal tersebut. Ia juga sudah memeriksa beberapa saksi, yakni ibu yang dituding sebagai penculik anak, orang yang menuding, dan saksi yang mengenal tertuduh adalah seorang pemulung.

“Kita klarifikasi, jadi tidak benar ada upaya penculikan anak. Ibu itu sendiri emang kebetulan profesinya pemulung, dan belum ada bukti kuat yang mengarahkan kalau ibu tersebut memang pencuri anak. Ada juga saksi yang kita mintai keterangan, dan memastikan mengenal ibu tersebut,” ujarnya, Kamis, 13 Februari 2020. (Dil)