Ibu hamil tewas ditabrak mobil di jakarta

MANAberita.com — TRAGIS, ibu hamil tewas ditabrak pengemudi yang lagi belajar menyetir, padahal kehamilan sudah 7 menunggu punya anak.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang ibu atau perempuan hamil ditabrak mobilhitam.

Detik-detik kecelakaan itu terekam oleh kamera CCTV yang berada di lokasi kejadian.

Salah satu akun yang mengunggah kejadianwanita hamil ditabrak mobil itu adalah pemilik Facebook Saiful Ulum.

Video tersebut diunggah pada Rabu (26/02).

Pada keterangan video, akun Saiful menuliskan peristiwa itu terjadi di Gang Madat, Palmerah Barat, Jakarta Barat pada Minggu (23/2/2020).

Diketahui dari keterangan unggahan korban merupakan seorang ibu hamil.

Sementara pelaku adalah seorang ibu yang tengah belajar mengemudikan mobil bersama suaminya.

Mengutip dari Instagram @viralterkini99, kala itu korban tengah pulang dari tempat kerja.

Korban hendak menyebrang untuk mendatangi sang suami yang tengah menunggu di seberang jalan.

Dari arah berlawanan, terlihat sebuah mobil hitam di sebrang suami korban.

Awalnya, mobil tampak terparkir di kanan jalan. Namun tiba-tiba mobil itu melaju dengan sangat kencang.

Diduga pengemudi mobil salah mengindak pedal gas yang dikira rem. Korban terkejut namun tak bisa menghindar.

Sontak suami korban berusaha menghentikan laju mobil dengan kedua tangannya. Namun usahanya itu sia-sia.

Istrinya terbawa arus laju mobil hingga menabrak tiang listrik, sementara sang suami terjatuh di pinggir mobil.

Seketika sang istri meregang nyawa di lokasi kejadian.

Dari tayangan video yang beredar terlihat laju mobil cukup kencang hingga membuat tiang listik goyang.

Suami korban yang terjatuh langsung meranjak dan memukul-mukul kaca mobil.

Ia meminta pengemudi untuk memundurkan kendaraannya lantaran sang istri terjepit tiang hingga tak bergerak.

Suami pemilik mobil langsung keluar dari kendaraan, namun sang istri bertahan di dalam mobil.

Tak lama kemudian terlihat warga sekitar yang mengerubungi lokasi kejadian.

Para warga berkerumun dan membantu korban.

Sementara itu sang suami tampak emosi. Ia bahkan sempat memukul-mukul kacamobil pengemudi agar pelaku keluar, namun hingga video berakhir pengemudi tak kunjung turun.

Diketahui korban dan suaminya tengah menatikan masa-masa kehamilan itu selama 7 tahun pernikahan mereka.

Sementara, Penabrak ibu hamil hingga tewas di Palmerah ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui serangkaian pemeriksaan.

“Dari hari Minggu (23/02) sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasat Lantas Wilayah Jakarta Barat Komisaris Polisi Hari Admoko di Jakarta, Kamis.

Hari mengatakan penabrak bernama, Firda Meisari, juga telah ditahan. Firda akan dikenai Pasal 310 ayat 3 dan 4 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Ancamannya enam tahun penjara,” kata Hari.

Hari menjelaskan insiden nahas ibu hamil bernama Erlinda (26) di Gang Madat Jalan Palmerah Utara IV, RT 13 RW 06, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (22/2) siang disebabkan karena pelaku kaget sehingga salah menginjak pedal.

Kagetnya ini bukan ngerem, tapi malah injak gas, sehingga kedoronglah ibu hamil dan akhirnya kebentur ke tiang listrik,” ujar dia. Selain itu, pelaku diketahui tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Erlinda ditabrak oleh Firda yang sedang belajar mobil, tepat saat hendak menghampiri sang suami yang menjemputnya di seberang kantor.

Suami korban yang saat itu duduk di atas sepeda motornya sempat tertabrak dan terseret beberapa meter sebelum terhenti tepat di depan tiang listrik.

Baca Juga
Kesal Anaknya Kerap Rewel, Ibu di Boyolali Siksa Bocah 6 Tahun Hingga Tewas
Bunuh Kasir Minimarket di Palembang, Oknum TNI Terancam Hukuman Mati
“Sebentar Ya, Nak!” Curhatan Ibu Dua Anak ini Jleb Banget, Bikin Banyak Ibu Ikut Menyesal

Akibat kejadian itu, mobil pelaku ringsek di bagian depan akibat menghantam tiang listrik. Namun Erlinda dan janinnya harus bertaruh nyawa untuk hidup selama perawatan di rumah sakit.

Korban maupun janin yang di kandungnya dinyatakan tidak selamat. Keduanya telah dimakamkan di kampung halamannya di Semarang, Jawa Tengah. (Ila)