Ilustrasi

MANAberita.com – DIMAS Aditya Prayitno (19) warga Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia gantung diri di rumahnya, Selasa (25/02).

Korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri diduga karena terjerat masalah asmara.

Kepala Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Samroni mengatakan peristiwa ini pertama kali diketahui bibi korban, Nur (30) yang tinggal satu rumah dengan keluarga korban.

“Saat itu, saksi hendak meminta jarum kepada ibu korban Yamini (40) untuk mengaitkan kerudung. Ketika hendak menemui Yamini, saksi melihat tubuh korban tergantung di ruang tamu dengan selendang bayi dan sarung yang dikaitkan di blandar atap rumah,” terangnya, melansir Tribun Jateng.

Samroni menjelaskan, seketika saksi langsung memanggil kedua orang tua korban.

Mendengar teriakan saksi, bapak korban Prayitno (45) bersama istrinya Yamini langsung menuju ruang tamu.

“Kemudian atas peristiwa itu saya laporkan ke Polsek Pabelan agar dilakukan pemeriksaan.”

“Kasus bunuh diri ini diduga dilatarbelakangi masalah asmara. Senang orang (perempuan), tapi tidak taunya istri orang. Tapi katanya sudah putus. Masih bocah kok Mas, baru berumur 19 tahun. Tapi katanya, juga mau diperas oleh suaminya si bocah (perempuan) itu. Tapi kebenarannya saya tidak tau,” katanya

Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis yang dilakukan dokter jaga Puskesmas Pabelan, penyebab kematian korban murni karena gantung diri.

Baca Juga
Tak Siap Jadi Orang Tua, Remaja Dibawah Umur ini Buang Bayinya di Selokan
Kabur dari Rumah dan Gabung ke ISIS, Wanita ini Berharap Bisa Kembali ke Rumah, Ini Penyebabnya
Pendaki Gunung Merbabu Jatuh Ke Jurang, Ini yang Mereka Lakukan Untuk Bertahan Hidup!

“Dalam pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Korban meninggal karena gantung diri dan kedua orangtua korban sudah menerima kepergian anaknya,” ujarnya. (Ila)