Wedang jahe

MANAberita.com — SIMAK tiga resep olahan minuman dari jahe dan kunyit yang cocok dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga kekebalan tubuh.

Jahe dan Kunyit dikabarkan menjadi salah satu bahan yang dapat mencegahvirus corona yang kini tengah meresahkan dunia.

Hal tersebut mengacu pada hasil penelitian Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur.

Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) ini mengklaim berhasil menciptakan anti Virus Corona dengan memanfaatkan empon-empon (rempah-rempah) sebagai bahan dasar, termasuk jahe dan kunyit.

Dikutip dari Surya.com mereka menyebut telah membutikan empon-empon bisa menangkal Virus Corona melalui eksperimen.

Pada eksperimen tersebut, dihasilkan bahwa empon-empon terbukti ampuh menetralisir virus ganas ketika peneliti melakukan diagnosa ferret.

Bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan tersebut antara lain, jahe, kunyit, daun sereh, dan temulawak.

Berikut tiga resep minuman jahe dan kunyit yang mudah dibuat di rumah.

1. Wedang Jahe Simple

Bahan:
1 ruas jahe (cuci bersih & memarkan)
1 batang serai (cuci bersih & memarkan)
2-3 sdm madu(sesuai selera)
1 buah jeruk lemon/nipis (peras airnya)
1 batang kayu manis
2 butir cengkeh
400 ml Air panas (mendidih)

Cara Membuat:

  • Memarkan jahe dan serai hingga pipih.
  • Siapkah gelas besar, masukan semua bahan lalu tuang air panas ke dalam gelas. Aduk rata, tunggu hangat lalu siap untuk di minum. 
  1. Wedang Jahe Kunyit Sere

Bahan:
Air secukupnya
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
1-2 batang sere
2-3 iris lemon
Madu secukupnya

Cara Membuat:

  • Rebus air hangat, masukkan sere, kunyitdan jahe yg sudah di kupas dan di geprek.
  • Masukkan lemon ke gelas sebentar, setelah itu angkat lemon dan peras.
      
  • Tunggu air sedikit hangat lalu masukkan madu. Aduk dan siap dinikmati.
  1. Bandrek atau Wedang Jahe

Bahan:
250 gram jahe merah
10 batang sereh
1/2 sdm cengkeh
1/2 sdm merica hitam
10 cm kayu manis
1 sdt garam
250 gram gula aren
2 sdm gula putih
2,5 liter Air putih

Cara Membuat:

– Kupas jahe dan cuci hingga bersih. Lakukan hal serupa untuk sereh, cengkeh, dan kayu manis.

  • Haluskan merica kemudian geprek jahe, sereh dan cengkeh. Lalu masukkan semua kedalam panci bersama bahan-bahan lainnya. Didihkan dengan api sedang hingga aromanya keluar
  • Cicip rasanya apabila kurang manis boleh ditambah gula atau madu. Bandrek ini akan terasa kuat aroma dan rasanya apabila dibiarkan semalaman.

Anti Virus Corona dari Empon-empon Temuan Professor Nidom Foundation

Setelah temuan dua warga Depok positifvirus corona, hasil penelitian dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur ramai diperbincangkan. 

Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) ini mengklaim berhasil menciptakan anti Virus Corona dengan memanfaatkan empon-empon atau rempah-rempah sebagai bahan dasar. 

Dikutip dari Kompas TV, mereka menyebut telah membutikan empon-empon bisa menangkal Virus Corona melalui eksperimen.

Sebagai media eksperimen, mereka menggunakan 30 ekor ferret.

Terdapat 3 formula yang dilakukan untuk mengetahui infeksi Virus Corona.

Pertama, menginjeksi ramuan empon-empon ke ferret secara terus menerus.

Kemudian langkah kedua, menginjeksi virus ganas selevel corona lalu ferret kemudian disuntik virus.

Ketiga, menyuntikkan rempah-rempah dan virus secara bersamaan ke dalam tubuh ferret.

Masa inkubasi formulasi ini efektif dalam jangakauan waktu maksimal 18 hari.

Pada eksperimen tersebut, dihasilkan bahwa empon-empon terbukti ampuh menetralisir virus ganas ketika peneliti melakukan diagnosa ferret.

Bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan tersebut antara lain, jahe, kunyit, daun sereh, dan temulawak.

Ramuan itu disebut serta murah serta mudah didapat.

Ketua Tim Riset Corona Virus dan Formulasi Vaksin, Professor Nidom Foundation sekaligus Profesor Chaerul Anwar Nidom mengaku temuannya itu siap diuji coba.

Ramuan itu juga siap diedarkan jika memang diizinkan pemerintah.

Penjelasan Mengapa Empon-empon Bisa Tangkal Virus Corona

Sementara itu sebelumnya, Professor Nidom mengatakan penemuannya didasarkan dari hasil penelitian terkait wabah virus flu burung.

Seperti Virus Corona, orang yang terjangkit flu burung juga mengalami pneumonia berat.

“Jadi ini hasil penelitian kami tahun sekitar tahun 2006 tahun 2007 pada waktu ada wabah flu burung.”

“Saya melihat bahwa orang yang terinfeksi flu burung itu biasanya paru-parunya akan rusak berat, akan mengalami pneumoni berat,” kata Nidom.

Nidom melanjutkan, pneumonia terjadi akibat adanya banyak sitokin dalam paru-paru.

“Nah di situ disebabkan oleh karena banjir sitokin jadi sitokin storm,”

“Jadi virus waktu masuk di paru-paru, dia akan memicu atau merangsang terbentuk sitokin sebenarnya itu reaksi alam ya,” jelasnya.

Nidom menegaskan, paru-paru tak hanya rusak karena virus saja.

“Tetapi karena posisinya berada di paru-paru maka berlebihan, sitokin itu akan merusak paru-paru berikutnya, sel-sel berikutnya.”

“Jadi rusaknya paru-paru bukan karena virus saja tetapi juga oleh karena sitokin,” ungkap peneliti yang juga Guru Besar Universitas Airlangga ini.

Sedangkan, menurut keterangannya bahwa curcumin bisa digunakan untuk mengendalikan sitokin.

“Nah curcumin sudah dibuktikan bahwa dia bisa mengendalikan sitokin.”

“Jadi dengan mengkonsumsi curcumin maka sel-sel itu terhindar kerusakan jadi meskipun di situ ada virus,” kata Nidom.

“Jadi orang akan sembuh di situ orang akan menangkal di situ,” imbuhnya.

Nidom menjelaskan, Curcumin itu ada di dalam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak dan lain-lain.

“Curcumin itu ada di saya sebut empon-empon, kalau bahasa kami empon-empon itu terdiri dari jahe, kemudian temulawak,kunyit, dan sebagainya,” lanjutnya.

Lalu, ia memamerkan serbuk herbal yang masih akan ditelitinya.

Meski demikian, orang sudah bisa menangkal Virus Corona dengan tanaman-tanaman herbal.

Baca Juga
Resep Ayam Teriyaki Mudah dan Praktis, Cocok Buat Makan Siang
Resep Tumis Tempe Saus Tiram Pedas, Dijamin Bikin Nagih!
Resep Martabak Tahu Kornet, Cemilan Sore yang Mantep Abis!

“Nah ini yang bentuk sudah di ini akan kami lakukan penelitian, ini bentuk serbuknya.”

“Tapi masyarakat sudah tahu bahwa itujahe bagaiamna, ini bagaimana, nah itulah yang bisa menangkal corona tersebut,” jelas dia. (Alz)