Wanita gangguan jiwa diamuk massa

MANAberita.com — SEORANG perempuan bernama Rohama mendapat bogem mentah dari sejumlah warga ketika berjalan kaki di Desa U Bungkok, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, Aceh.

Aksi amuk massa terhadap perempuan asal Desa Beureu’eh, Kecamatan Mutiara, Pidie, itu dikarenakan sejumlah warga di sana menuduh Rohama sebagai sosok penculik anak.

melansir Kumparan, Kepala Kepolisian Sektor Glumpang Baro, Ipda Syahrizal, mengatakan peristiwa amuk massa terhadap Rohama itu terjadi pada Sabtu (14/03) sekitar pukul 08.50 WIB.

Ketika itu, Rohama berjalan seorang diri di jalanan desa setempat. Lalu sejumlah warga di sana mencurigai gerak-geriknya sebagai penculik anak dan mengamuk massa Rohama.

Setelah diperiksa kepolisian dan berdasarkan keterangan keluarga, Rohama diketahui sebagai orang dengan gangguan jiwa.

“Orang gangguan kejiwaan, sudah kita kembalikan ke pihak keluarga,” kata Syahrizal.

Rohama kemudian diserahkan kepada keluarganya di Mapolsek Glumpang Baro, sekitar pukul 10.00 WIB. Ia dijemput oleh anaknya, mantan suami, dan perangkat desa.

Peristiwa itu diduga karena adanya isu upaya penculikan anak sempat heboh di Kota Sigli, Pidie. Kejadian itu terjadi pada Selasa (10/03) lalu, di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 18 Blang Paseh, Desa Asan Kecamatan Kota Sigli.

Korban yang masih berusia 7 tahun itu nyaris menjadi korban penculikan. Pelaku berpura-pura memberikan uang dengan alasan uang itu adalah pemberian dari ayah korban.

Baca Juga
Selain Cowok, Inilah ‘Penyebab’ Lainnya yang Bikin Pelaku Marah Pada Audrey
Tak Rela Ditinggal Mati, Pria Depok Ini Nekat Menyimpan Jenazah Istrinya hingga Membusuk
Terharu! Motornya Ditarik Dealer, Driver Gojek ini Antarkan Pesanan Go-Food Dengan Sepeda

Ketika itu, Kapolres Aceh Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar, mengimbau kepada masyarakat Pidie untuk waspada dan lebih berhati-hati.

“Pesankan kepada putra-putrinya, untuk waspada terhadap orang yang tidak dikenal. Kami dari Polres dan Polsek beserta dengan jajaran akan meningkatkan pelaksanaan patroli,” kata dia. (Dil)