Pelajar balapan liar saat diamankan

MANAberita.com – SEJAK beberapa minggu lalu Pemerintah Indonesia membuat kebijakan untuk melaksanakan belajar di rumah bagi para pelajar guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Namum bukannya berada di rumah dan menerapkan physical distancing (jara jarak fisik), para pelajar di Kediri ini malah memanfaatkan waktu luang mereka dengan mengadakan balap liar.

Dikutip dari GridOto, ratusan pelaha ini justru berkumpul di acara yang digelar di GOR Joyoboyo, Kota Kediri.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kediri terpaksa mengamankan para pelajar yang kedapatan ikut dalam kegiatan balapan liar pada Selasa (31/3) kemarin.

Petugas yang mengepung para remaja itu datang dari berbagai arah sehingga mereka tidak dapat kabur dari lokasi kejadian.

Selain itu, para petugas juga mendapatkan bantuan dari Polsek Mojoroto dan Satuan Sabhara Polresta Kediri demi membubarkan balapan yang sedang berlangsung.

Setelah berhasil diamankan, para remaja digiring ke Markas Satpol PP yang berada di Jalan Veteran, Kota Kediri.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, Nurkamid, mengatakan penyelenggaraan balapan ini memang digelar secara rutin dan para remaja tidak kapok mengulang hal yang sama, sehingga penanganan kali ini akan lebih serius dan melibatkan pihak berwajib.

“Sekaligus kita beri efek jera kepada mereka. Kita limpahkan penangananya ke pihak berwajib. Mereka menggelar balapan liar tidak sekali ini, sudah sering sebelumnya ,” Kata Nurkamid, Selasa kemarin.

Dari ratusan remaja yang terjaring razia, kebanyakan dari mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Baca Juga
Ibu di Kediri Tega Gorok Putrinya Hingga Tewas Karena Stress Punya Anak Cacat Mental
Demi Nonton Film The Nun, Orang Tua ini Tega Tinggalkan Anaknya di Luar Bioskop
Tak Senang Dinasehati, Dua Wanita di Balikpapan Keroyok Ayah Kandung Hingga Tewas

Pihak Satpol PP sangat menyayangkan aksi tersebut, karena pemerintah sudah mengambil langkah untuk meliburkan sekolah sementara waktu akibar pandemi, namun para pelajar justru berkumpul bersama menggelar balapan liar.

“Padahal di edaran Dinas Pendidikan mereka diliburkan untuk isolasi diri harapannya tinggal di rumah saja. Kita kan tidak tahu kalau di antara mereka terinfeksi virus atau tidak, maka itu kita cegah dan kita antisipasi bersama, ” imbuhnya. (Dil)