Ilustrasi

MANAberita.com — WABAH virus corona yang merebak di wilayah Jakarta membuat ribuan perantau memilih pulang kampung.

Mereka memilih untuk pulang kampung sementara waktu agar terhindar dari infeksi virus corona.

Namun kisah pahit dialami oleh seorang warga Wonogiri berinisial TD.

Keputusan untuk mudik saat wilayah DKI Jakarta dikepung wabah virus corona malah berakhir pahit.

Saat pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, TD malah memergoki istrinya, AL berselingkuh dengan seorang kepala desa berinisial BD.

Perselingkuhan itu terbongkar saat TD hendak menjemput anaknya di rumah istrinya pada Kamis (26/03) lalu.

Melansir Tribun Jogja, kasus perselingkuhan AL dengan kepala desa ini bermula saat TD yang sehari-hari bekerja di Jakarta memutuskan untuk mudik ke kampung halamannya.

Kepulangan TD ini tanpa sepengetahuan AL.

Setiba di Wonogiri, TD memang tidak langsung pulang ke rumah istrinya, melainkan menuju ke rumah orangtuanya.

Saat TD ingin menjenguk anaknya yang tinggal bersama istrinya, dia mendapati ada sandal pria di depan rumah.

“Saat diintip, dia melihat ada sepeda motor di dalam rumah,” kata Kades Temboro Kecamatan Karangtengah, Sriyatno.

TD lantas memberitahu kepada warga sekitar untuk meminta bantuan, dan warga mulai berkumpul.

“Setelah warga berkumpul kemudian salah satu warga mengetuk pintu rumah, namun tidak ada jawaban.”

“Pada saat itu warga sudah mengepung rumah AL, ternyata BD melarikan diri lewat pintu belakang tapi akhirnya berhasil ditangkap warga dan diamankan,” jelasnya.

Kejadian tersebut terjadi di rumah AL pada Kamis (26/03) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Ya, saya menerima laporan dari warga terkait kejadian tersebut, dan saya jadi serba salah,” katanya saat dihubungi awak media, Minggu (29/03).

Dia mengaku, dalam posisi yang sulit mengingat oknum Kades tersebut adalah teman seperjuangannya, dan suami terlapor adalah warganya.

“Tapi bagaimana lagi, kita kan enggak bisa membendung massa,” imbuhnya.

Warga yang sudah emosi kemudian menangkap dan menahan BD di rumah selingkuhannya itu.

Untuk meredam emosi warga, Kades Temboro membawa yang bersangkutan ke Mapolsek Karangtengah.

“Saya ambil jalan tengah, biar polisi yang menangani kasus ini,” tandasnya. 

Skandal perselingkuhan oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, diduga karena rumah tangga si perempuan yang menjadi selingkuhan tak harmonis dengan suaminya.

Pemicu berawal dari kehidupan rumah tangga AL dengan suaminya, TD, yang tidak harmonis.

“Saya dapat informasi pemicu perselingkuhan itu lantaran kehidupan rumah tangga AL dan TD ini sudah tidak harmonis,” papar Kades Temboro Kecamatan Karangtengah, Sriyatno, Senin (30/3/2020).

Penggerebekan yang dilakukan warga kepada salah satu oknum kades di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri BD (47) yang diduga selingkuh beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Oknum Kades tersebut kini melaporkan balik lantaran merasa proses penggerebekan yang dilakukan warga di rumah wanita berinisial AL (27) disertai dengan aksi penganiayaan.

Akibatnya, oknum Kades tersebut babak belur dihajar massa.

Pengacara BD, Asri Purwanti menjelaskan warga langsung menghajar klientnya saat melakukan penggerebekan.

Tangan dan kaki BD diikat kemudian dipukul dan ditendang berulang kali, bahkan BD mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari warga.

“Ini kan negara hukum, kalau main hakim sendiri melanggar aturan, masuk pidana pasal 170 KUHP,” kata Asri, Selasa (31/3/2020). 

Ia menambahkan, BD mengenal beberapa warga yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya, termasuk yang mengingkat tangan dan kakinya.

Baca Juga
Kesal Dihalangi Saat Hendak Shalat, Preman Insyaf di Sulsel Tusuk Temannya
Ciyee… 3 Zodiak Ini Bakal Temukan Jodoh di 2019
Awal Mula Tercetusnya Ide Mendirikan Keraton Kerajaan Agung Sejagat

Dengan dinaikkan kasus tersebut, polisi dapat mengungkap siapa saja warga yang turut serta menganiaya kliennya.

“Kami melapor ke polisi, biar menjadi pembelajaran untuk semuanya,” tandasnya. (Alz)