Masker kain

MANAberita.com — DOKTER sekaligus pengusaha dan influencer Dokter Tirta Mandira Hudhi atau yang dikenal dengan dr. Tirta menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker kain selama pandemi virus corona atau Covid-19.

Penggunaan masker kain ini ia kampanyekan bersama salah satu Staf Khusus Presiden, Belva Devara, karena masker medis atau surgical medis dan masker N95 semakin langka dan mahal.

Melansir Kompas TV, dalam sebuah video kolaborasi di sosial medianya, Belva dan dr. Tirta menjelaskan, penggunaan masker kain bisa menjadi pilihan meski masker tersebut tidak seefektif masker medis dalam mencegah penularan virus corona.

Menurut Tirta, masyarakat selain tenaga medis harus menggunakan masker kain saat keluar rumah, daripada tidak menggunakan pelindung sama sekali.

“Masker kain tetap bisa relatif efektif mencegah transmisi virus corona, walaupun tidak sebaik masker surgical/N95. Tetap bisa menekan transmisi 50-75% (tergantung bahannya). Kalau terpaksa keluar, lebih baik pakai masker kain drpd tidak sama sekali,” ujar Tirta.

Namun Tirta juga mengingatkan, meskipun sudah bisa menggunakan masker kain, bukan berarti masyarakat bisa keluar rumah dengan bebas.

“Walaupun demikian, bukan berarti bisa pergi2 mobilitas ya. Proteksinya tidak sempurna. #jagajarak dan #dirumahaja tetap merupakan prioritas utama kita untuk menekan laju penyebaran virus ini,” lanjut Tirta melalui pesang singkat.

Apa Kata Pakar Pulmonologi?

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Kelompok Staf Medik (KSM) Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr. dr. Yusup Subagio Sutanto, Sp.P (K), juga menyarankan masyarakat menggunakan masker kain jika terpaksa keluar karena tidak memiliki masker medis.

Menurutnya, paling tidak masker kain bisa menahan droplet tidak menyebar ke area yang lebih luar jka seseorang bersin di dalam masker.

“Sekarang kalau mau batuk, terus mulut dan hidung sudah ditutupi masker, dropletnya kan di dalam, enggak ke mana-mana. Itu bisa juga dicegah dengan masker kain,” kata dia saat diwawancara Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

Menurut dr. Yusup, masyarakat bisa membeli masker kain atau membuatnya sendiri.

Baca Juga
Insomnia? Terapkan 4 Cara Ini Agar Tidur Lebih Cepat dan Nyenyak
Tak Hanya Indonesia, Masyarakat Malaysia Rupanya Juga Tak Suka Lucinta Luna, Ini Alasannya
Inilah yang Terjadi Pada Wanita Jika Sedang Masa Subur

“Sekarang kan banyak yang jual masker kain dengan harga lebih murah ketimbang masker bedah. Bisa pakai itu atau kalau mau buat sendiri, boleh saja,” jelas dr. Yusup.

dr. Yusup pun memberikan rekomendasi pembuatan masker kain yang baik, yakni bisa menggunakan kain katun 100 persen, lalu dikombinasi dengan jenis kain lain yang tidak menyulitkan untuk bisa bernapas. (Dil)