Kuasa Hukum Korban, Agus S Ependi, SH., MH., CLD

MANAberita.com – PROVOKATOR pengeroyokan salah sasaran kepada Rizki (22) Andri (24), dan Rahmat (19), di Sapan, Bojongsoang, Kabupaten Bandung telah berhasil ditangkap.

Dilansir dari tribunjabar.co.id, kuasa hukum dari ketiga korban, Agus Efendi, mengaku pihaknya akan terus mengawal proses hukum kliennya.

“Kami akan terus kawal proses hukum karena klien kami telah ada kerugaian baik materi atau imateril, baik secara fisik ataupun secara mental,” kata Agus, di Mapolsek Bojongsoang, Rabu (27/5/2020).

Agus mengatakan, jadi pihaknya akan kawal proses hukum ini, sampai semua pelaku dapat ditangkap oleh kepolisian sektor Bojongsoang Polresta Bandung.

“Informasi dari Polisi 4 orang provokator sudah ditangkap dan diamankan. Namun apabila melihat video yang telah beredar di sosial media itu pelakunya lebih dari dua orang,” kata dia.

Agus mengimbau, kepada masyarakat yang telah mempunyai video pemukulan kepada kliennya jangan disalah gunakan.

“Saya selaku kuasa hukum apabila ada pihak yang menyalahgunakan video tersebut, akan saya laporkan kepada pihak berwajib sesuai UU ITE,” ucapnya.

Sementara itu Kapolsek Bojong Soang, Kompol Maman Suherman, membenarkan bahwa pihaknya sudah mengamankan 4 orang terduga pelaku provokator pengeroyokan terhadap korban. Dan seperti dilansir dari MNC TV, pihak kepolisian saat ini sedang mendalami keterlibatan seorang oknum aparat desa atas kejadian pengeroyokan ini.

Maling Teriak Maling

Nahas bagi tiga pemuda ini, Andri (24), Rizki (22), dan Rahmat (19).

Mereka bertiga menjadi korban salah sasaran warga karena diteriaki maling oleh orang yang akan membegalnya.

Andri memamaparkan, kronologi kejadian tersebut berawal saat ia mencari makan sahur pada Jumat (22/5/2020) sekitar pukul 03.00.

“Di jalan ada yang ketuk-ketuk mobil kaya mau ngebegal. Kami panik, kabur ke arah Sapan, (Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung) tapi malah diteriaki maling,” ujar Andri, di Mapolsek Bojongsoang, Rabu (27/5/2020).

Menurut Andri, kedua orang yang mengetuk-ngetuk mobilnya tersebut membawa celurit.

Belakangan diketahui, kedua pelaku adalah PP (27) dan MM (19).

“Dia (pelaku) bawa celurit. Saya cari pertolongan ke warga, malah sama si begal diprovokatori bahwa saya maling mau ngebegal dia,” kata Ardri, yang dibenarkan oleh Rahmat.

Andri mengatakan, di dalam mobil hanya mereka bertiga, luka yang paling parah dialami Rizki yang saat itu menjadi sopir.

Kata Andri, Rizki merasa takut akhirnya keluar namun malah dipukuli, hingga kena celurit.

“Rizki yang paling parah, dia kena di bagian kepala bibir, pelipis,” kata dia.

Andri mengaku, kini luka yang ada di tubuhnya masih terasa sakit, terutama di sobek bagian kepala dan jarinya yang terkena celurit.

“Lumayan (mendingan) tapi masih rada kesemutan, ini bekas kena celurit,” ujar Andri, sambil menunjukan jarinya yang masih dibungkus perban.

Mobil yang digunakan ketiga pemuda tersebut dirusak.

Mobil minibus berwaran putih yang digunakannya, kaca depannya retak dan kaca kanannya pecah.

Video pengeroyokan yang diduga salah sasaran bisa dilihat di

View this post on Instagram

Beredar video di media sosial, seorang remaja yang disangka maling diamuk warga. Terlihat remaja itu menjelaskan kepada warga yang memukulnya kalau ia merupakan korban begal dan warga salah sasaran. . Meski dijelaskan sedemikian rupa, warga yang masih tersulut emosi lanjut meluapkan amarahnya ke remaja itu. . Melansir TribunJabar, diketahui tiga remaja ini adalah Andri (24), Rizki (22), dan Rahmat (19). . Mereka bertiga menjadi korban salah sasaran warga karena diteriaki maling oleh orang yang akan membegalnya. . Andri memaparkan, kronologi kejadian tersebut berawal saat ia mencari makan sahur pada Jumat (22/5/2020) sekitar pukul 03.00. . "Di jalan ada yang ketuk-ketuk mobil kaya mau ngebegal," ujar Andri, di Mapolsek Bojongsoang, Rabu (27/5/2020). . "Kami panik, kabur ke arah Sapan, (Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung) tapi malah diteriaki maling," sambungnya. . Menurut Andri, kedua orang yang mengetuk-ngetuk mobilnya tersebut membawa celurit. Belakangan diketahui, kedua pelaku adalah PP (27) dan MM (19). . "Dia (pelaku) bawa celurit. Saya cari pertolongan ke warga, malah sama si begal diprovokatori bahwa saya maling mau ngebegal dia," kata Ardri, yang dibenarkan oleh Rahmat. . Andri mengatakan, di dalam mobil hanya mereka bertiga, luka yang paling parah dialami Rizki yang saat itu menjadi sopir. . Kata Andri, Rizki merasa takut akhirnya keluar namun malah dipukuli, hingga kena celurit. . "Rizki yang paling parah, dia kena di bagian kepala bibir, pelipis," kata dia. . Andri mengaku, kini luka yang ada di tubuhnya masih terasa sakit, terutama di sobek bagian kepala dan jarinya yang terkena celurit. . "Lumayan tapi masih rada kesemutan, ini bekas kena celurit," ujar Andri, sambil menunjukan jarinya yang masih dibungkus perban. . Mobil yang digunakan ketiga pemuda tersebut dirusak. Mobil minibus berwaran putih yang digunakannya, kaca depannya retak dan kaca kanannya pecah. . Kini ketiga pemuda tersebut sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi sektor Bojongsoang, Polresta Bandung, dan dua pelaku utama PP dan MM sudah diamankan.

Baca Juga
Perkosa Puluhan Mayat, Pasangan ini Jadikan Jasad Korbannya Sebagai Makanan Ternak dan Pupuk
Peluru Tembus Kaca Depan Mobil, Mengenai Bibir Wartawan
Alhamdulillah… Ustadz Adi Hidayat Berikan Apresiasi Uang 25 Juta untuk Muhammad Irfan Bahri (MIB)

A post shared by MANAberita (@manaberita) on