MANAberita.com – VIDEO aksi penganiayaan istri anggota Brimob Polda Sulawesi Barat (Sulbar) terhadap bidan yang betugas di Poskesdes Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju hingga kritis viral di media sosial, Senin (1/6/2020).

Dalam video, tampak perempuan itu mengamuk dan memukuli sang bidan yang dituduhnya sebagai pelakor bertubi-tubi dengan menggunakan helm. Pelaku juga menjambak rambut korban sambil berteriak histeris.

Perempuan yang mengaku istri sah anggota polisi yang bertugas di Polda Sulbar itu berteriak-teriak menyebut bidan tersebut telah berani berusaha merebut suaminya.

“Suamiku diambil, yang polisi, Brimob,” ujar perempuan itu saat ada yang bertanya penyebab dia menganiaya bidang itu.

Dilansir dari inews.id, Kepala Puskesmas Tampa Padang Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Subhan menjelaskan kronologi penganiayaan bidan tersebut. Sebelum kejadian, perempuan yang mengaku istri Brimob itu mendatangi dirinya.

Menurut Subhan, perempuan itu menuding bidan di wilayah tugasnya telah berusaha merusak rumah tanggannya. Namun, setelah pertemuan mereka, dia tidak menyangka pelaku akan menganiaya bidan berinisial M tersebut.

“Dia mengatakan kepada saya, bahwa ada petugas bapak seorang bidan, dia sebutkan namanya bidan M, mengganggu suaminya. Suaminya seorang anggota Brimob Polda Sulsel yang bertugas di Mamuju. Saya sangka setelah itu mereka pulang, ternyata bidan itu dianiaya,” kata Subhan, Senin (6/1/2020).

Subhan mengaku sangat menyayangkan kejadian itu. Tindakan yang dilakukan oleh istri seorang oknum anggota polisi itu dinilai telah merusak nama baik institusi kesehatan Kabupaten Mamuju karena telah mengamuk dan memukuli seorang bidan yang sedang bertugas di poskesdes.

Baca Juga
Viral Curahan Hati Wanita yang Suaminya Direbut Sahabat yang Dianggapnya Adik Sendiri!
Disantet Pelakor, Wanita yang Belum 40 Hari Melahirkan ini Dibenci Suaminya Sendiri
Inilah 5 Hal yang Mungkin Dirasakan Oleh Para Pelakor

“Tindakannya jelas merusak citra instusi. Seorang bidan yang sedang bertugas dianiaya. Bahkan, bidan itu sendirian menghadapi tiga orang sekaligus,” katanya.

Akibat penganiayaan yang dialaminya, saat ini bidan berinisial M tersebut dalam kritis dan dirawat di Rumah Sakit Manakarra. Korban mengalami cedera akibat benturan di bagian kepala.