MANAberita.com – FASHION high-street tak bisa lepas dari Zara sebagai salah satu brand pelopor tren gaya busana ini. Retailer asal Spanyol ini pun pernah berada di urutan kedua sebagai Brand Paling Bernilai di Dunia Fashion pada 2019.

Posisinya hanya satu angka lebih rendah di bawah Nike. Zara bahkan mengalahkan kompetitor Nike, Adidas, yang menempati posisi tiga. Nilai brand Zara saat itu mencapai USD 22,6 miliar atau sekitar Rp 318 triliun.

Dilansir dari detik.com, namun bahkan brand fashion sebesar dan seberharga Zara tak juga kebal dari serangan virus Corona. Inditex, perusahaan yang menaungi Zara, melaporkan merugi pada kuartal pertama sebagai dampak pandemi COVID-19 yang telah menghambat omzet perusahaan. Seperti dilansir CNBC, kerugian bersih mencapai Rp 6,4 triliun.

Buntut dari kerugian itu, pemilik Zara akan menutup 1.200 toko yang tersebar di berbagai dunia. Seperti dikutip dari The Guardian, Inditex berencana menutup antara 1.000 sampai 1.200 toko yang lebih kecil.

Penutupan akan diprioritaskan pada wilayah Asia dan Eropa. Tak hanya toko Zara, tapi juga Pull & Bear, Bershka dan Massimo Dutti. Namun di samping itu mereka juga berencana membuka 450 toko baru lainnya.

Pada Rabu (10/6/2020), omzet perusahaan anjlok menjadi 3,3 miliar euro dari hampir 6 miliar euro pada kuartal pertama tahun lalu. Meskipun selama kuartal-I ini sebenarnya Inditex mengalami peningkatan penjualan online sebesar 50 persen.

Dengan ditutupnya lebih dari 1.000 toko, Zara bertujuan lebih memprioritaskan sistem belanja online. Inditex yang dikepalai pendirinya, Amancio Ortega, akan fokus meningkatkan penjualan online di tengah situasi perekonomian yang serba tak menentu akibat wabah virus ini.