MANAberita.com – BEREDAR viral video aksi pembunuhan yang dilakukan Oka dan Rizki alias Jack yang membunuh calon pengantin bernama Rio.

Bahkan seorang pelaku mengaku kalau video yang viral tersebut editan.

Dilansir dari tribunsumsel, tersangka Rizki yang ditanya mengenai video yang viral di media sosial, menyatakan video itu merupakan editan. Semuanya editan sehingga menurutnya tidak seperti itu.

“Demi Allah, tidak pakai senjata. Video itu editan,” kata Rizki santai.

Rizki mengungkapkan bila semua video yang tersebar itu editan semata untuk memojokan mereka.

Namun, akhirnya ungkapan dari tersangka Rizki terbantahkan setelah Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kapolsek IB 1 Palembang Kompol Yenni Diarti menyatakan bila dari keterangan saksi-saksi menyatakan video yang beredar memang benar adanya.

“Dari keterangan saksi-saksi, tersangka membawa sajam. Video viral itu juga bisa jadi bukti atas kasus penusukan yang terjadi,” ungkap Kapolrestabes.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, menegaskan dua tersangka pembunuhan terhadap Rio Pambudi (25) ditangkap, bukan menyerahkan diri.

Tersangka Oka Candra Dinata (28) dan Riski Ananda alias Jack (22) ditangkap di kawasan Sembawa Banyuasin Sumatera Selatan.

“Mereka ditangkap,” ujar Anom dalam rilis tersangka di Polsek IB 1 Palembang, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, pengeroyokan hingga mengakibatkan tewasnya korban diduga terjadi lantaran perselisihan antar tetangga.

“Diduga korban dan para tersangka memang sering cek cok,” ujarnya.

Kedua tersangka terancam dijerat dengan pasal 170 KUHP.

“Peran tersangka masih didalami. Kami sudah meminta keterangan para saksi dan mengumpulkan barang bukti. Termasuk dari video viral terkait penusukan terhadap korban,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Rio yang rencananya menikah September tahun ini tewas setelah dianiaya oleh tetangganya sendiri.

Polisi saat ini masih memburu pelaku yang melarikan diri setelah mengeroyok Rio.

Ganda (35 tahun), saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa itu berlangsung pada Minggu (19/7/2020).

Awalnya, korban bermaksud hendak menghidupkan motor di depan rumahnya.

Namun mendadak seorang pelaku berinisial A langsung menegur korban yang tinggal bersebelahan dengan rumah Rio.

Tak sampai di situ, A yang dikenal tempramental ternyata langsung mendekati korban sembari membawa senjata tajam jenis celurit.

Saat itu, Rio langsung dianiaya oleh A bersama dua anaknya yang lain.

“Pelaku ini mengeroyok korban di depan rumahnya. Pelaku juga bawa tiga anaknya. Waktu dikeroyok korban sempat lari,” kata Ganda saat berada di lokasi kejadian, Senin (20/7/2020).

Menurut Ganda, ibu Rio sempat berupaya menolong anaknya yang saat itu dikeroyok.

Namun, seorang pelaku langsung memegangi ibu korban.

“Ibunya dipiting oleh anak pelaku waktu Rio ini dikeroyok,” ujar Ganda.

Dalam kondisi mengalami luka tusuk di bagian rusuk kiri, Rio ditolong oleh warga setempat untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Namun, nyawa korban tidak dapat tertolong lagi lantaran mengalami luka parah.

“Ketika pulang, rumah pelaku itu sudah kosong. Pelaku ini memang orangnya kurang bersahabat, dulu juga sempat pernah ribut dengan korban dan didamaikan oleh RT. Masalahnya apa saya kurang tahu,” kata Ganda.