MANAberita.com – NF (15), ABG yang terinspirasi ‘Slenderman’ dalam kasus pembunuhan seorang bocah di Sawah Besar, Jakarta, divonis 2 tahun penjara. Melansir detikcom, hakim menyatakan NF bersalah karena terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap anak.

“Menyatakan Anak NF telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu,” ujar hakim ketua Made Sukereni, saat membacakan putusan di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat

“Menjatuhkan pidana penjara di LPKS Handayani dan di bawah pengawasan BAPAS selama 2 tahun dikurangi masa tahanan,” imbuh hakim Made.

NF terbukti bersalah melanggar Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tim pengacara NF, Ditho Sitompoel, mengatakan hakim dalam pertimbangannya meringankan hukumannya karena keluarga korban telah memaafkan perbuatan NF. Selain itu, NF telah mengakui kesalahannya dan menyesal.

“Putusan tersebut dijatuhkan dengan pertimbangan keluarga korban telah memaafkan pelaku, pelaku menyesali perbuatannya, dan pelaku merupakan korban kejahatan seksual,” kata Ditho dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (18/8/2020).

Baca Juga
Wawancara Eksklusif! Dituduh Menerima Bayaran, Tyas: Saya Tidak Menerima Sepeser Pun!
Ditembak Mati, Inilah 5 Fakta Mengenai Hengki Sulaiman, Pembunuh Driver Gocar Asal Palembang
Beredar Kabar Hengki Sulaiman Pembunuh Driver Gocar Ditembak Mati di Jawa Tengah

Ditho mengatakan di persidangan juga terungkap NF itu tidak mendapat pola asuh yang baik dari keluarganya sehingga dia memiliki trauma atau post traumatic syndrome disorder (PTSD) sehingga menyebabkan gangguan. Tak hanya itu, NF juga merupakan korban kekerasan seksual.

“Terungkap bahwa Anak NF merupakan korban kekerasan s*ksual yang dilakukan oleh kedua paman dan kekasihnya yang mengakibatkan kehamilan di usia dini. Kisah pilu tersebut pada akhirnya membuat anak NF terperangkap dalam perilaku yang salah, ia melampiaskan kekecewaan dan kesedihannya dengan melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum yang mengantarnya ke persidangan,” ucap Ditho.