MANAberita.com – TUNTUTAN itu disampaikan Sekretaris Pengusul Pahlawan Nasional HB II, Fajar Bagoes Poetranto.

Fajar mengatakan penjarahan emas tersebut berlangsung dalam satu periode yang dikenal dengan peristiwa Geger Sepehi. Barang-barang yang dirampas merupakan milik Keraton Yogyakarta di masa Raja Sri Sultan Hamengkubuwono II.

“Kami meminta agar emas tersebut dikembalikan kepada pihak Keraton atau para keturunan dari Sinuwun Sri Sultan Hamengkubuwono II,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7) melansir kumparan.
.
57 Ribu Ton Emas Setara Rp 56,4 Ribu Triliun
.
Jika dikonversi ke gram, 57.000 ton emas setara dengan 57 miliar gram. Berdasarkan situs Logam Mulia milik PT Antam Tbk (Persero), harga emas batangan terbaru per Jumat (24/7) mencapai Rp 989.000 per gram.

Itu artinya, jika 57 miliar gram dikalikan Rp 989.000, jumlah harta yang harus dikembalikan Inggris ke trah Sri Sultan Hamengku Buwono II mencapai Rp 56,4 ribu triliun.

2. Penjarahan Terjadi pada 208 Tahun Lalu

Mengutip laman resmi Keraton Jogja, dahulu kerajaan memang pernah mengalami masa penjarahan oleh Inggris, dampak dari gelombang revolusi industri yang terjadi antara 1802 hingga 1812.

Pada masa periode tersebut, perang berkecamuk di banyak daerah. Salah satunya di Yogyakarta. Hingga akhirnya di pada 4 Agustus 1811, tentara Inggris menyerbu Batavia dan berakhir Jawa jatuh ke tangan Inggris.

Di bawah kepemimpinan Raffles rupanya tak juga jauh berbeda dengan masa ketika pendudukan Belanda di bawah Daendels. Sultan Hamengku Buwono II yang kala itu memimpin Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, tak setuju dengan kebijakan Raffles.