MANAberita.com – AKSI oknum pegawai negeri sipil (PNS), Yesi Indola Sari saat menghimpun dana karena terlilit hutang bank melalui akun YouTube-nya viral di dunia maya beberapa hari terakhir.

Saat dikonfirmasi via telepon terkait aksi viralnya, Yesi Indola Sari membenarkan yang ada pada video tersebut adalah dirinya.

Ia berasalan melakukan pinjaman ke bank karena untuk keperluan pindahan rumah dari Muaradua OKUS ke Kota Palembang.

“Bener itu video saya, yang ngunggah video itu bukan orang lain, tapi saya sendiri, saya pinjam ke bank karena untuk pindahan dari Kota Muaradua ke Palembang,” ujarnya.

Dirinya mengatakan pasca video viral di media sosial, Yessi mendapat banyak telepon dari nomor tak dikenal yang menawarkan bantuan, namun dengan imbalan yang tak layak untuk didengar.

Dilansir dari Tribunsumsel.com yang menelusuri kediaman Yesi di kota Palembang.

Wanita lajang itu ternyata sempat mendatangi Perumahan Pelangi 1 Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB 1, Palembang.

Di perumahan itu, Yessi bahkan sempat menginap beberapa hari di sebuah rumah yang baru selesai direnovasi menjadi tempat kost sederhana.

“Seorang buruh bangunan di kawasan perumahan itu, Yani (40) mengaku sempat bertemu beberapa kali dengan Yesi.

Yesi merenovasi rumahnya menjadi tempat kost berukuran kecil.

“Sekira bulan Februari 2020 lalu seingat saya terakhir datang. Ia merenovasi rumah itu jadi kost-kostan sekira 9 pintu. Dia bahkan sempat tinggal beberapa hari di rumah itu,” katanya.

Proses renovasi rumah itu pun sudah selesai dilakukan, bahkan di rumah yang bakal dijadikan tempat kost itu sudah terdapat sejumlah perlengkapan kamar kost berupa kasur dan kipas angin.

“Saya tidak bekerja pada renovasi rumah itu, saya kerja di rumah lain.

<span;>Tapi saya ingat sekali kalau dia datang terutama suaranya yang khas saat berbicara, melengking gitu,” katanya.

Yani mengaku sempat melihat video penggalanan dana yang dilakukan Yessi di dunia maya.

Termasuk aksi cari pasangan yang dilakukannya.

“Iya memang benar itu orangnya, tidak pakai baju PNS waktu ke sini, pakai baju biasa saja.

Suaranya itu yang khas kalau sedang berbicara, terutama saat berinteraksi dengan kepala tukangnya waktu itu,” jelasnya.

Ketua RT 03 RW 03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB 1, Palembang, Sutoro (62) mengaku tidak mengenal Yesi Indola Sari.

“Saya malah belum kenal, maklum saja ada hampir 1000 orang di wilayah RT ini.

Saya baru tahu orang yang viral itu, tinggal disini, nanti akan saya cek ,” katanya singkat.

Sutoro menambahkan sudah menelpon beberapa warga yang tinggal di perumahan itu.

Mereka membenarkan Yesi melakukan renovasi terhadap rumahnya menjadi kost-kostan.

“Kalau warga di situ bilang itu rumahnya, dia juga yang merenovasi jadi kost kostan.

Perumahan itu memang baru, jadi ada warga yang belum melapor. rumahnya itu kondisinya kosong,” jelasnya.

Rumah yang sempat ditinggali oleh Yesi di Perumahan Pelangi 1 Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB 1, Palembang tidak berpenghuni.

Rumah yang di cat putih itu terlihat sudah direnovasi karena bentuk bangunan sudah berbeda dibandingkan rumah rumah lain di sekitarnya.

Direkomendasi Cuti

Terkait viralnya video oknum pegawai Negeri Sipil (PNS) yang meminta penggalangan dana di media sosial karena terlilit pinjaman di bank.

Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten OKU Selatan rekomendasikan cuti pada oknum pegawai Yessi Indola Sari.

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, kepala BKPSDM Kabupaten OKU Selatan Eva Nirwan.

Melalui Kasubid pengadaan dan Pemberhentian Pegawai Wahid akan berkoordinasi pada pihak keluarga untuk pemberian cuti untuk keperluan berobat.

“Secara aturan dia harus diberikan cuti sakit untuk berobat, <span;>akan tetapi ini harus diurus oleh keluarga kita akan berkoordinasi dengan keluarga karena disarankan berobat ke psikiater terlebih dahulu,” ujar Wahid.

Pasca viralnya video tersebut, Wahid mengatakan Direktur RSUD Muaradua telah berkoordinasi dengan pihaknya dan inspektorat untuk meminta petunjuk terkait permasalah oknum pegawai tersebut yang dinilai telah layak diberikan izin cuti untuk berobat.

“Direktur sudah bersurat ke BKPSDM meminta arahan dan terlanjut tersebut bahkan sudah dibahas oleh inspektorat juga dia harus diberikan cuti oleh inspektorat,” tambah Wahid.

Diberitakan sebelumnya beredar video seorang perempuan pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas di RSUD Muaradua meminta bantuan lewat video yang diunggah di media sosial meminta penggalangan dana karena terlilit hutang pinjaman bank senilai Rp 150 juta.

Terkait beredar video di medsos instagram, dikonfirmasi pada Direktur dikonfirmasi pada Direktur Utama RSUD Muaradua dr Erick Lestiano SpPd menmbenarkan bahwa Yessi Indola Sari, S Kep, Ners merupakan pegawai biasa di RSUD Muaradua.

“Iya benar dia (Yessi Indola Sari) sebagai pejabat biasa,” singkat dr Erick dihubungi Sripoku.com, Minggu (6/9/2020).

Diketahui oknum PNS yang memiliki golongan 3D menggunakan seragam kuning kaki tersebut mengaku tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pasca potongan gaji PNS yang dialaminya karena meminjam uang di Bank.

Bahkan dalam video yang tersebar di medsos, wanita yang mengaku masih berstatus lajang dan telah ditinggal ayahnya meninggal karena kecelakaan tunggal serta ibunya yang pensiunan PNS juga memiliki pinjaman bank.

Bahkan Oknum guru tersebut ikut menyebutkan total uang pinjaman di bank.

Nomor telepon dan Nomor rekening serta sisa gaji terakhir yang ia terima perbulannya Rp 498.017 yang dikatakannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Saat dikonfirmasi dihubungi via telepon, Yessi Indola Sari membenarkan yang ada pada video tersebut adalah dirinya.

Dia beralasan pinjaman ke bank karena untuk keperluan pindahan rumah dari Muaradua ke Kota Palembang.

“Bener itu video saya, yang ngunggah video itu bukan orang lain saya sendiri, saya pinjam ke bank karena untuk pindahan dari Kota Muaradua ke Palembang,” ujarnya.

Dirinya mengatakan pasca video viral di media sosial.

Yesi mendapat banyak telepon dari nomor tak dikenal yang menawarkan bantuan, namun dengan imbalan yang tak layak untuk didengar.