Manaberita.com – KASUS pengeroyokan yang melibatkan artis Rico Valentino memasuki babak baru. Polisi saat ini sudah mengantongi identitas terduga pelaku.

Pengeroyokan terhadap Rico Valentino tersebut terjadi di luar Kafe Kode, Jakarta Selatan. Rico Valentino dikeroyok oleh sejumlah orang usai dirinya bersama Bos PStore, Putra Siregar, mengeroyok Nur Alamsyah.

Melansir dari detikcom, Dua peristiwa itu terjadi di waktu bersamaan, pada Rabu 3 April 2022. Rico Valentino dan Putra Siregar telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di kasus pengeroyokan Nur Alamsyah ini.

Rico juga melaporkan pengeroyokan yang menimpanya itu ke polisi. Namun hingga kini polisi belum menetapkan siapa tersangka pengeroyok Rico Valentino itu.

Polisi Identifikasi 3 Terduga Pelaku

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus pengeroyokan terhadap Rico Valentino ini. Polisi kini telah mengidentifikasi 3 orang terduga pelaku pengeroyokan.

“Ada tiga orang (terduga pelaku) yang berdasarkan saksi-saksi dari pihak yang saat itu ada di TKP memang menjurus ke tiga orang itu,” ujar Ridwan saat dihubungi wartawan, Kamis (14/5/2022).

Terduga Pelaku Segera Diperiksa

Ridwan menyampaikan pihaknya akan memeriksa ketiga orang yang diduga mengeroyok Rico Valentino ini. Ketiganya segera dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.

“Ada beberapa orang yang teridentifikasi melakukan (pemukulan) itu ya nanti dipanggil,” imbuh Ridwan.

Terduga Pelaku Bukan Kalangan Public Figure

Ridwan mengatakan tiga orang pelaku pemukulan kepada Rico Valentino telah diidentifikasi pihaknya. Namun, ia masih enggan membeberkan identitas ketiga pelaku tersebut.

Dia hanya memastikan ketiga pelaku itu bukan bagian dari kelompok Nur Alamsyah. Ketiga pelaku, lanjut Ridwan, juga bukan berasal dari kalangan public figure.

“Bukan public figure,” singkat Ridwan.

Polisi Segera Tingkatkan Status Perkara ke Penyidikan

Menurut Ridwan, polisi masih mengembangkan penyelidikan pengeroyokan yang menimpa Rico Valentino. Ketiga orang pelaku itu pun bakal segera diperiksa penyidik.

“Kita sudah panggil, sudah kita lakukan pemanggilan dan itu akan terus berjalan,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya dalam waktu dekat akan menaikkan status kasus itu ke tingkat penyidikan dan menentukan status dari ketiga pelaku tersebut.

“Dalam waktu dekat kita panggil dan kita akan naik tingkatkan ke sidik (penyidikan),” pungkas Ridwan.

Kronologi Pengeroyokan terhadap Rico Valentino

Kasus ini berawal saat Rico Valentino dan bos PStore Putra Siregar datang ke Kafe Kode di Cikajang, Jaksel, pada Rabu, 2 Maret 2022, dini hari. Putra dan Rico saat itu datang ke kafe tersebut untuk merayakan ulang tahun salah satu teman mereka.

“Kronologinya, saat itu korban maupun terduga pelaku sedang berada di kafe tersebut. Kondisinya ada yang sedang dalam keadaan minum (alkohol),” Kombes Budhi Herdi Susianto dalam jumpa pers di Polres Jaksel, Rabu (13/4).

Pengeroyokan tersebut dipicu oleh salah satu teman perempuan dari Rico–belakangan diketahui adalah Chandrika Chika–yang tiba-tiba mendatangi meja korban Nur Alamsyah. Hal itu membuat Rico Valentino tak senang dan memukul Nur Alamsyah, kemudian Putra Siregar membela dengan ikut menendang dan mendorong korban.

“Tersangka PS juga ikut bersama-sama dengan menendang dan mendorong tersangka MNA. Dari peristiwa tersebut terekam kamera CCTV di kafe tersebut,” ucapnya.

Setelah kejadian pengeroyokan di dalam kafe, Nur Alamsyah kemudian meninggalkan kafe. Rico Valentino juga saat itu keluar dari kafe hingga kemudian dikeroyok sejumlah orang.

“Jadi ini di luar kafe kan, setelah kejadian di dalam kafe, setelah di dalam kafe, Putra dan RV itu lakukan pengeroyokan terhadap Saudara MNA, kemudian di situ sebenarnya sudah ada upaya untuk didamaikan, nggak usah ribut dan sebagainya,” lanjut Budhi.

Budhi mengatakan Rico Valentino dalam kondisi mabuk saat itu. Ucapannya yang meracau membuat sejumlah orang mengeroyoknya di luar kafe.

Baca Juga
Kepala Rizki Bocor Akibat Dipukul Pakai Botol
Diduga Salah Sasaran, Remaja 17 Tahun di Minahasa Dikeroyok dan Tewas di Pelukan Ibunya
Astaga! Diduga Dikeroyok, Santri di Padang Alami Gegar Otak Hingga Paru-Paru Bocor

“Nah, itu jadi perhatian orang yang ada di luar. Nah, orang yang ada di luar, karena dia ngomong begitu, kan refleks pada lihat ke dia. Nah, dia merasa diliatin orang, nggak suka, ‘Kenapa kamu lihat-lihat?’. Nah, langsung RV ini mukul. Jadi RV ini mukul lagi di luar,” tutur Budhi.

(Rik)