Wakapolri Beri Alasan Mulanya Bilang Bripda IDF Sakit Keras ke Keluarga

  • Kamis, 03 Agustus 2023 - 13:17 WIB
  • Nasional

MANAberita.com –  WAKIL Kepala Kepolisian RI Komjen Agus Andrianto mengungkapkan alasan pihak kepolisian mengabari keluarga Bripda Ignatius bahwa putranya sakit keras, bukan meninggal dunia. Agus menyatakan, hal itu dilakukan agar keluarga tidak syok.

“Kalau misalnya langsung dikasih informasi bahwa putranya meningggal, pasti kan juga akan menimbulkan pertanyaan, karena informasinya sakit, ya tentunya dengan harapan jangan sampai syok lah,” kata Agus di Kediaman Resmi Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (2/8/2023).

Menurut Agus, orangtua manapun akan terkejut jika mendengar putranya meninggal dunia. Agus juga menilai, langkah yang diambil polisi itu bukan berarti untuk menutup-nutupi kasus kematian Ignatius.

“Semua dibuka, artinya keluarga korban bisa melihat jenazah yang bersangkutan, tidak ditutup, dan bebas terbuka,” kata dia.

Mengutip KompasTV, penembakan Bripda Ignatius Dwi Frisco diduga dilakukan di kawasan Rumah Susun (Rusun) Polri, Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Minggu (23/7/2023) pukul 01.40 WIB.

Dalam kasus tersebut, Polri telah memetapkan dua polisi, yakni Bripda IMS dan Bripka IG sebagai tersangka.

Orangtua korban, Y Pandi mengatakan, awal mula dia tahu kejadian tersebut ketika mendapat telepon dari Mabes Polri, pada Minggu (23/7/2023) pukul 11.30 WIB, yang mengatakan korban sakit keras.

“Awalnya, saya mendapatkan telepon dari Mabes Polri, mereka bilang anak saya sakit keras dan meminta saya ke Jakarta,” kata Pandi, pada Kamis (27/7/2023).

Baca Juga:
Mengapa Pria Bersenjata Pada Penembakan Sekolah Parkland Bisa Terhindar Dari Hukuman Mati

Keluarga tidak langsung percaya informasi tersebut karena menduga itu modus penipuan.  Namun, tak lama kemudian, seorang anggota Polres Melawi kembali menelepon, termasuk juga dari Polda Kalbar.

“Informasinya sama, mereka mengabarkan bahwa anak saya sakit keras dan meminta segera ke Jakarta. Mereka akan bantu fasilitasi,” ucap Pandi.

Menurut Pandi, saat perjalanan ke Jakarta, perasaannya sudah tak tenang. Ditambah lagi, saat menanyakan kondisi anaknya, Pandi tidak pernah mendapat penjelasan.

Baca Juga:
Remaja Menyerahkan Diri Ke Polisi Atas Kebakaran Sydney

Pandi juga heran, mengapa dia diberi tahu bahwa anaknya mendadak mengalami sakit keras padahal selama ini korban dalam kondisi sehat.

“Setelah tiba baru saya mendapat penjelasan, bahwa anak saya meninggal tertembak, namun bahasa mereka, kejadian ini bukan ditembak, namun tertembak tidak sengaja, karena saat mencabut pistol dari sarungnya, tiba-tiba meledak dan mengenai anak saya. Itu penjelasan dari mereka,” ujar Pandi.

(sas)

Komentar

Terbaru