Waria tawuran

MANAberita.com — INSIDEN bentrokan waria lawan geng motor kembali pecah di Ambon, Maluku pada Minggu (07/01) kemarin.

Sekumpulan waria terlibat tawuran dengan sebuah geng motor. Tawuran dipicu ketika anggota geng motor mengejek para waria yang sedang nongkrong di Jalan Patty Ambon, Maluku.

Melansir Tribun Bogor, Tak terima diejek puluhan waria kemudian mengejar anggota geng motor. Mereka bahkan sampai melempar kayu, balok, dan bebatuan.

Akibatnya, anggota geng motor yang sebelumnya melakukan perlawanan malah kabur melarikan diri.

Beruntung tak ada korban akibat gesekan antara waria dan geng motor ini. Tawuran ini sempat menyita perhatian perhatian warga setempat.

Ternyata bentrokan antara waria dengan geng motor bukan baru kali ini terjadi.

Di kawasan Mitra Mall Batuaji Batam, Selasa (31/01/2017) pukul 03.00 WIB bentrokan juga sempat pecah.

Beda dengan di Maluku, di Batam waria yang menjadi korban penyerangan akhirnya kalah. Barang-barang milik beberapa waria dirampas dan dipalak.

“Lagi nongkrong biasa, tiba-tiba mereka datang dari arah Seitamiang dan langsung kejar dan rampas barang-barang kami,” ujar Wanda, salah satu waria yang jadi korban.

Wanda melanjutkan, gerombolan geng motor itu masih berusia muda namun cukup menakutkan.

Gerombolan geng motor itu diduga pelaku yang sama dengan aksi perampasan ponsel miliknya beberapa hari sebelumnya.

“Karena takut dan tak ada barang berharga, kawan kami jadi sasaran dan dianiaya. Kami kabur ke Mitra Mall karena takut dan menyelamatkan diri,” tambahnya.

Baca Juga
Pekerja Asal Bali Dikira Maling Oleh Bule Hingga Diamuk Massa, Inilah yang Sebenarnya Terjadi
Sempat Dikira Fenomena Alam, Ternyata ini Penyebab Hujan yang Menguyur Satu Rumah di Depok
Anaknya Meninggal Dunia 15 Tahun Lalu, Pria ini Buat Alat Komunikasi Dengan Arwah, Pesannya Bikin Merinding!!

Penyerangan geng motor di Batam tahun 2017 lalu bukan hanya kepada waria, barang-barang dagangan PKL juga diacak-acak.

Di tempat terpisah, Kapolsek Batuaji, Kompol Sujoko membenarkan adanya laporan tersebut dan anggotanya sudah dikerahkan untuk melacak kelompok pelaku yang sudah meresahkan warga tersebut

“ini anggota sudah berada dilokasi untuk melakukan penyisiran,” kata Sujoko. (Ila)