Tante Siska

MANAberita.com — SEORANG wanita bernama Siska menjadi pergunjingan warganet setelah aksinya melakukan prank buka handuk di depan driver ojol yang mengantarkan makanannya.

Banyak yang menuding jika Siska menderita eksibisionisme atau kelainan seksual.

Apa sih Eksibisionisme ?

Loading...

Eksibisionisme masuk kategori penyimpangan kejiwaan dalam hal seksual bila memamerkan organ seks untuk kepentingan pribadi. Orang yang suka pamer organ seks lebih pas dimasukkan dalam kategori narcisme, yang istilah merupakan orang yang suka memuja diri sendiri. Mereka merasa dirinya menjadi pusat perhatian sehingga tampilannya selalu mengundang perhatian.

Biasanya, eksibisionisme terjadi pada pria, meskipun terkadang bisa juga menyerang wanita hingga anak-anak.

Mengutip psychologistanywhereanytime.com, berikut penyebab seseorang mengalami kelainan eksibionisme, di antaranya:

  1. Psikologis

Penyebab eksibisionis diduga karena perkembangan psikologis yang tak sempurna semasa anak-anak. Saat itu penderita mengalami perasaan rendah diri, tidak aman serta memiliki Ibu yang dominan dan sangat protektif.

Karena itu, penderita tidak bisa berinteraksi dengan lawan jenisnya. Pengalaman masa kecil tersebut dapat berkontribusi besar terhadap rendahnya tingkat keterampilan sosial dan harga diri, rasa kesepian dan terbatasnya hubungan intim.

Baca Juga
Peringati 17 Agustus, Siswi SMP di Sulawesi Utara Justru Lakukan Twerking di Depan Umum, Warganet Murka
Pilu! Bocah Korban Tsunami Ditemukan Tertimpa Pohon di Lampung: Evan Kangen Mamak
Ngakak! Ingin Berhenti Merokok, Rombongan Pemuda Ini Buat Rokok Dari Bulu Kemaluan
  1. Biologis

Sebagian besar orang yang mengidap eksibisionisme adalah laki laki, terdapat spekulasi bahwa androgen, hormon utama pada laki-laki berperan dalam gangguan ini. Jika faktor biologis berperan penting, kemungkinan besar hal itu hanya merupakan salah satu faktor dari rangkaian penyebab yang kompleks yang dipengaruhi oleh faktor genetik atau faktor hormonal.

  1. Sosiokultur

Lingkungan dan budaya yang mendukung yang ada disekeliling eksibisionisme dapat menjadi faktor penyebab. Apa yang dilihat di lingkungan dapat menjadi stimulus bagi individu. (Ila)