Bayi diguncang ayahnya

MANAberita.com — CUMA karena satu menit marah, anak perempuan yang berusia 8 bulan hampir saja meninggal dunia karena tangan kasar ayahnya.

Semua tentu mengetahui kalau bayi memang sangatlah lemah, hanya sedikit kecerobohan bisa mengakibatkan hal yang sangat berbahaya bagi mereka.

Ini merupakan kisah yang sangat mengerikan pada balita berusia 8 bulan, Ia bernama Cheyenne Rae Owensby. Orangtuanya bercerai, Ia tinggal bersama ibunya, lalu menghabiskan akhir pekan bersama dengan ayahnya.

Loading...

Ia merupakan balita yang cantik dan sangat sehat, setelah ibunya membawa ke ayahnya, Ibunya mendadak dapat telepon dari dokter yang memberitahukan kalau anaknya menderita luka di otak, situasinya kini sangat kritis.

Ibunya tak percaya dengan apa yang didengarnya, Ia pun langsung bergegas ke rumah sakit. Ia melihat putrinya dalam keadaan koma dengan kepalanya yang bengkak.

Hal ini membuat Ia menelepon polisi karena ternyata sang balita itu disebabkan oleh eks suaminya sendiri.

James Davis, berusia 28 tahun, tinggal di Spartanburg, South Carolina, Amerika Serikat, Ia mengatakan bahwa Cheyenne menangis dalam jangka waktu yang lama. Ia tak bisa menghentikan tangisannya.

Baca Juga
Bayi Baru Lahir Ditemukan Dalam Mesin Cuci yang Ditinggal Pemiliknya Selama 5 Hari
Kesal Ditanya Kapan Menikah Secara Sah, Pria ini Bunuh Mertuanya
Merasa Dihalangi Bertemu, Pria Ini Todongkan Pistol Ke Bos Pujaan Hatinya

Ia pun merasa marah lalu mengguncangnya dengan sangat kuat sambil memegangi bahunya. Tapi, Cheyenne langsung terluka seperti itu. Ini ternyata akibat dari trauma yang menyebabkan tulangnya patah hingga pendarahan ke otak.

“Saya memberi anak perempuan saya yang berumur 8 bulan yang bahagia dan sehat agar ayahnya merawat suatu malam agar saya bisa keluar. Satu setengah jam kemudian, saya menerima panggilan telepon yang mengubah hidup saya selamanya. Anak saya sudah berhenti bernapas. Dan lelaki yang kucintai, cintaku yang pertama, cintaku di sekolah menengah, pacarku dan lelaki yang aku tinggali bersama selama hampir 10 tahun … dia sendiri melakukan kekejaman terhadap putri kami. Seluruh duniaku seperti hancur.” (Ila)