MANAberita.com – BELUM reda video aksi diduga penganiayaan di area parkiran toko baju di kawasan Seririt, Buleleng gara-gara saling pandang dan saling pepet di jalan, aksi duel kembali terjadi di Bali Utara.

Bedanya, video viral ini diduga dipicu karena motif asmara yang terjadi di Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (13/5/2022) kemarin.

Kedua remaja yang belakangan berinisial KS (14) dan DPD (18) dan masih berstatus anak di bawah umur itu diduga berkelahi karena rebutan cewek

Mengutip detikcom, Kapolsek Busungbiu, AKP Nyoman Adika ketika dikonfirmasi oleh detikBali, pada Sabtu (14/5/2022), membenarkan terkait kejadian tersebut.

Menurutnya KS (14) dan DPD (18) merupakan remaja yang sama-sama berasal dari Kecamatan Busungbiu.

“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata itu terjadi kemarin, dan kedua belah pihak masih berusia di bawah umur” katanya.

Selanjutnya berdasarkan keterangan dari para pihak, AKP Nyoman Adika menjelaskan bahwa perkelahian dan adu jotos tersebut ternyata dipicu oleh masalah asmara.

Kata AKP Nyoman Adika, kejadian tersebut berawal dari PR yang merupakan kekasih atau pacar dari KS mengadu kepada KS kalau DPD sempat menghubunginya via Whatsapp pada Rabu (11/5/2022) sekitar pukul 10.00 Wita untuk mengajaknya keluar bersama dan PR menolak ajakan itu.

Tidak terima dengan aduan dari sang pacar, KS yang diduga cemburu langsung naik pitam dan meminta nomor telepon dari DPD untuk menanyakan maksud DPD menghubungi pacarnya.

“Usai diberitahu PR, kemudian KS menghubungi DPD lewat WhatsApp, di sini keduanya langsung saling tantang untuk berkelahi,” imbuhnya.

Setelah berkomunikasi, akhirnya keduanya sepakat untuk bertemu di Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu. Sesampainya di lokasi keduanya langsung terlibat adu jotos.

Ironisnya, aksi keduanya bukannya dilerai, namun pertikaian keduanya malah direkam oleh temannya PD (17) dan KAD (16). Parahnya lagi, PD dan KAD justru berperan menjadi wasit.

“Keduanya bertemu lalu berkelahi, nah temannya ada yang merekam jadi wasitnya. Setelah selesai DPD justru meminta video perkelahiannya untuk diunggah di Medsos,” terangnya.

Setelah banyak beredar di media sosial Whatsapp, AKP Nyoman Adika pun langsung memanggil keempat remaja tersebut untuk dimintai klarifikasi serta mendamaikan kedua remaja yang berkelahi sebelumnya itu.

Usai dipanggil polisi, keempat remaja mengakui perbuatannya.

Mereka mengaku bertengkar lantaran permasalahan asmara dan keduannya telah sepakat untuk berdamai dengan membuat surat penyataan untuk tidak mengulangi hal yang sama lagi.

“Kami panggil keempatnya termasuk yang memvideokan untuk mengklarifikasi perbutannya itu, kami berikan pengarahan agar berdamai dan tidak mengulangi perbuatan itu lagi” jelasnya.

Terakhir, untuk mengantisipasi terulangnya kembali kejadian serupa, pihaknya juga menghimbau kepada generasi muda untuk bijak dan cerdas menggunakan media sosial dan jangan mudah terpancing oleh suasana.

Baca Juga
Mengharukan! Inilah Wajah Bahagia Bocah Penyandang Disabilitas Saat Pertama Kali Dapat Kaki Palsu
Stress! Kesal Karena Tak Berhenti Menangis, Ibu Ini Tuang Air ke Wajahnya sebagai Upaya Balas Dendam
‘Dipojokan’ Hotman Paris Soal ini, Meldi: Tahu Gini Saya Ajak Pengacara

“Sebab jika kurang cerdas memanfaatkan media sosial bisa merugikan diri sendiri, keluarga dan pihak lainnya,”tukasnya.

(sas)