Dugaan Kasus Cacar Monyet Ditemukan Di AS! Gila!

Manaberita.com – TUJUH orang di AS dikonfirmasi atau diduga menderita cacar monyet. Pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan risikonya tetap rendah dan tidak ada bukti virus telah berevolusi menjadi lebih menular.

“Ini bukan COVID,” Jennifer McQuiston, wakil direktur Divisi Patogen dan Patologi Berkonsekuensi Tinggi di CDC, mengatakan dalam konferensi pers Senin.

Dilansir ABC, kasus positif yang dikonfirmasi ada satu di Massachusetts. Kasus dugaan positif juga ada satu di New York, satu di negara bagian Washington, dua di Utah, dan dua di Florida.

CDC mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah sedang dalam proses melepaskan beberapa vaksin dari stok nasionalnya. Tidak perlu memvaksinasi masyarakat umum terhadap cacar monyet, kata para pejabat. Sebaliknya, vaksin tersebut akan digunakan di antara sejumlah kecil orang yang telah terpapar.

Namun, pejabat CDC memperingatkan bahwa lebih banyak kasus mungkin terjadi, dan badan tersebut sekarang meningkatkan kesadaran di antara pria yang mengidentifikasi diri sebagai gay atau biseksual.

“Saya pikir kita perlu memperhatikan komunitas di mana ini mungkin beredar, sehingga kita dapat berkomunikasi secara efektif dengan mereka dan membantu mengendalikan wabah ini,” kata McQuiston.

Monkeypox bukanlah infeksi menular seksual, dan siapa pun dapat terinfeksi terlepas dari orientasi seksualnya.

Virus, sepupu cacar yang kurang menular, ditularkan melalui kontak dekat dengan orang lain, termasuk pelukan, sentuhan, atau kontak tatap muka yang berkepanjangan.

Sekelompok awal kasus cacar monyet di London adalah di antara keluarga inti yang tinggal di rumah yang sama.

Tetapi pejabat kesehatan mengatakan banyak kelompok awal di Eropa dan Kanada terjadi di antara kelompok pria yang berhubungan seks dengan pria, dengan beberapa penularan yang sedang berlangsung dilaporkan di komunitas ini.

“Siapa pun dapat mengembangkan dan menyebarkan infeksi cacar monyet,” kata Dr. John Brooks, ahli epidemiologi medis, Divisi Pencegahan HIV/AIDS di CDC. “Tapi, banyak dari mereka yang terkena dampak wabah global saat ini mengidentifikasi sebagai pria gay dan biseksual. Kami ingin membantu orang membuat keputusan terbaik untuk melindungi kesehatan mereka.”

[Bil]

Komentar

- Sponsored Ad -

Terbaru

  • Mon, 03 Oct 2022
KAI Luncurkan Kereta Panoramic

MANAberita.com –  PT KERETA Api Indonesia (KAI) terus melakukan inovasi...

  • Mon, 03 Oct 2022
Heboh! Pasangan Suami Istri di Jambi Beli Mobil dengan Uang Koin Pecahan

MANAberita.com – PASANGAN suami istri di Kota Jambi, menghebohkan karyawan dealer...

  • Mon, 03 Oct 2022
Dalam Tragedi Kanjuruhan 28 Anggota Polri Diduga Langgar Etik

Manaberita.com – SEBANYAK 28 anggota Polisi diperiks oleh Mabes Polri atas...

  • Mon, 03 Oct 2022
Sekjen PSSI: Panpel Arema Lalai Dalam Tugasnya di Tragedi Kanjuruhan

Manaberita.com – PANITIA pelaksana pertandingan Arema dianggap lalai oleh PSSI dalam...

  • Mon, 03 Oct 2022
Buntut Prank Laporan Kasus KDRT, Baim Wong dan Paula Resmi Dipolisikan

Manaberita.com – PASANGAN artis Baim Wong dan Paula Verhoeven di laporkan...

  • Mon, 03 Oct 2022
Daftar 9 Komandan Brimob di Polda Jatim Juga Dicopot!

Manaberita.com – KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mencopot Kapolres Malang...

Press ESC to close