2. Mempersembahkan emas dari ajang Olimpiade Rio Brazil

Momen lain yang pastinya akan terkenang terus, dari seorang Liliyana adalah saat perempuan berambut cepak itu berlaga di olimpiade. Terkhusus pada ajang tersebut tahun 2016, saat itu Butet sukses merengkuh gelar tertinggi dengan mendapatkan medali emas.

Kesuksesannya tersebut diperoleh setelah menaklukkan pasangan pebulutangkis asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, lewat pertandingan dua gim dengan skor 21-14, 21-12. Bagi Liliyana gelar ini tak ubahnya seperti sebuah jawaban atas perjuangan yang selama di Olimpiade 2008 dan 2014 selalu gagal meraih juara.

Momen lain yang pastinya akan terkenang terus, dari seorang Liliyana adalah saat perempuan berambut cepak itu berlaga di olimpiade. Terkhusus pada ajang tersebut tahun 2016, saat itu Butet sukses merengkuh gelar tertinggi dengan mendapatkan medali emas. Kesuksesannya tersebut diperoleh setelah menaklukkan pasangan pebulutangkis asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, lewat pertandingan dua gim dengan skor 21-14, 21-12. Bagi Liliyana gelar ini tak ubahnya seperti sebuah jawaban atas perjuangan yang selama di Olimpiade 2008 dan 2014 selalu gagal meraih juara.

3. Rebut medali emas di kejuaraan Junior Asia

Salah satu momen yang tidak terlupakan lain dari perempuan lahir di Manado ini, adalah ketika ia tampil di ajang kejuaraan junior Asia. Berduet dengan Markis Kido, ajang pertamanya setelah gabung Pelatnas Cipayung ini berujung pada prestasi membanggakan.

Kido dan Liliyana sukses mendapatkan emas setelah pada partai puncak berhasil mengandaskan pasangan China Cao Chen/Rong Lu. Usut punya usut, gelar tingkat Asia itu direngkuh ketika usia Butet masih berkisar di angka 17-an. Kalau kalian di umur tersebut prestasi apa sukses di raih?

Next…

Baca Juga
Bikin Mewek! Liliyana Natsir Pensiun, Inilah Curahan Hati Tontowi Ahmad