Twet kasus Audrey

MANAberita.com – BARU-baru ini, tagar #JusticeForAudrey sedang ramai diperbincangkan. Tagar itu dibuat sebagai bentuk dukungan kepada AU (14), siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dilaporkan menjadi korban pengeroyokan siswi SMA di kota yang sama.

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat melaporkan akun Twitter Ziana Fazura sebagai imbas dari kasus tersebut.

Ziana Fazura adalah sosok yang dinilai telah memviralkan kasus yang menimpa AU itu.

KPPAD Kalbar bahkan telah secara resmi melaporkan akun Twitter dan Instagram Ziana Fazura (@zianafazura) ke Polda Kalbar, Selasa (09/04) siang WIB.

Melansir Suar, keputusan ini merupakan hasil dari rapat pleno komisioner KPPAD Kalbar terkait postingan pemilik akun Twitter @zianafazura.

“Kami sudah laporkan akun tersebut ke Polda Jabar, Selasa (p9/04) siang. Akun tersebut telah menggiring opini publik sehingga mematikan pemahaman masyarakat terhadap tupoksi kami, seakan-akan KPPAD lebih pro ke pelaku,” tegas Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak.

Sebelumnya akun Twitter @zianafazura memposting:

“Audrey seorang pelajar SMP di Pontianak dikeroyok 12 perempuan berstatus pelajar SMA terbaring di rumah sakit.

Salah satu pelaku mencolok kemaluannya untuk membuat korban tidak perawan lagi dan saat ini menimbulkan pembengkakkan di area kewanitaan korban.”

“Hastag #JusticeForAudrey untuk mendukung Audrey dan keluarganya mendapatkan keadilan dengan seadil-adilnya. JANGAN SAMPAI ADA MEDIASI LAGI & DAMAI!

Perilaku pengeroyakan oleh pelajar SMP/SMA bukan sekali ini saja terjadi di Indonesia.”

Statemen yang di-posting pemilik akun @zianafazura dinilai di luar dari tugas pokok kerja KPPAD dalam mendampingi kasus yang dialami siswi Audrey.

Selain itu, ternyata postingan yang dilontarkan oleh akun @zianafazura merupakan berita bohong atau hoaks.

Dia menuliskan bahwa kemaluan AU dicolok hingga tidak perawan bahkan sampai bengkak.

Faktanya, para tersangka membantah telah melukai alat vital korban dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pontianak, Rabu (10/04) malam.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir juga membenarkan para tersangka tak melukai alat kelamin korban.

Hal ini diperkuat dari hasil visum yang tidak ditemukannya luka atau memar di area sensitif korban itu.

Baca Juga
Rumahnya Bergoyang, Abang di Kalbar Kaget Dapati Adiknya Diperkosa Ayah Kandung
Tidur Dengan Istri Orang, Pria di Sidoarjo Tewas Bersimbah Darah
Beredar Video Bullying di Sekolah, Rekan Sekelas Justru Sibuk Menonton dan Merekam!

“Fakta yang ada itu menjambak rambut, mendorong sampai terjatuh, memiting, dan melempar sandal. Itu ada dilakukan.”

“Dan tidak ada melukai kelamin,” kata Kapolresta Pontianak M Anwar Nasir. (Dil)