Ilustrasi

MANAberita.com — SEORANG wanita asal China yang melakukan aborsi terkejut mengetahui bahwa sang janin yang digugurkan masih hidup di dalam rahimnya.

Dikutip dari Daily Mail, Zhou adalah ibu dari dua anak. Ia mengatakan bahwa ahli bedah aborsi mengatakan bahwa operasi itu telah berjalan lancar.

Namun ketika Zhou pergi untuk pemeriksaan di rumah sakit setempat, dia diberitahu bahwa dia masih hamil. Insiden itu terjadi di Ibu Kota Provinsi Shaanxi, China Barat.

Menurut laporan terkait, Zhou hamil secara tak terduga dan memutuskan janinnya digugurkan setelah melalu banyak pertimbangan. Dia menjalani operasi di Perusahaan Industri Penerbangan dari Rumah Sakit China Xi’an pada 10 Juli. Tidak jelas berapa minggu kehamilannya kala itu.

“Setelah kembali ke rumah, saya merasa tidak nyaman, sehingga saya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit di dekat rumah saya untuk pemeriksaan seminggu kemudian,” ungkap Zhou.

“Setelah cek, dokter mengatakan janin saya masih di sana,” tambahnya.

Zhou menderita kelainan bawaan di dalam rahim yang dikenal sebagai septum uterus. Ini berarti, bagian dalam rahimnya dibagi oleh dinding berotot atau berserat yang disebut septum. Dalam kasus Zhou, rongga rahimnya mempunyai ‘ruang’ kiri dan kanan.

Wanita itu mengklaim bahwa janinnya telah tumbuh di bagian kiri rahimnya, tapi dokter aborsi telah melakukan penghentian di bagian kanan.

Saat Zhou mengambil laporan ultrasonografi untuk menentang ahli bedah aborsi, ahli bedah tersebut diduga menyalahkan hasilnya pada peralatan medis rumah sakit.

Baca Juga
Tolak Ajakan Pesta Miras, Remaja di Kediri Dikeroyok Rombongan Anak Punk
Tabrak Tembok Saat Belajar Mengendarai Motor, Lansia di Yogyakarta Tewas Seketika
Astaga! Oknum Caleg Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Usia 3 Tahun!

Zhou pun menuntut rumah sakit menawarkan kompensasi finansial karena dia mengatakan kesalahan medis telah membuatnya stres mental serta memaksanya mengambil cuti berhari-hari.

Sebagai informasi, aborsi telah disahkan di China sejak 1953. Jumlah wanita yang menjalani aborsi kemudian tercatat melonjak pada 1980 setelah pemerintah pusat melarang pasangan memiliki lebih dari satu anak. Namun, peraturan tersebut lalu direvisi menjadi dua anak. (Dil)