Ilustrasi

MANAberita.com — PANU adalah salah satu masalah kulit yang kerap muncul di wajah atau leher. Tidak hanya bisa dialami orang dewasa, anak pun bisa kena panu. Meski bukan masalah kulit yang berbahaya, cara mengobati panu pada anak tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Dalam dunia medis, panu dikenal sebaai Pitiriasis versikolor (Pityriasis versicolor) atau Tinea versikolor. Penyebabnya adalah jamur Malassezia furfur, jenis jamur yang sebenarnya juga ada pada kulit orang normal.

Namun, jamur tersebut bisa menimbulkan infeksi ketika jumlahnya di kulit berlebih atau pada orang dengan imunitas tubuh menurun. Panu paling sering muncul di wajah atau, meski sebenarnya bisa muncul di hampir seluruh bagian tubuh.

Rentan menyerang anak dan remaja

Biasanya, panu paling sering menyerang anak-anak hingga remaja. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka masih cenderung lalai dalam menjaga kebersihan tubuh. Misalnya saja, anak-anak kerap berkeringat saat bermain, tapi kemudian mereka menyeka wajah yang penuh keringat dengan baju kotor.

Tumbuhnya jamur secara berlebih juga dapat dipicu cuaca yang lembap dan panas, sehingga kulit jadi semakin mudah berkeringat. Oleh sebab itu, panu paling sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia.

Selain itu, menurunnya sistem imunitas tubuh seperti yang sudah disebutkan di atas juga dapat menyebabkan panu. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit kulit yang cukup merusak rasa percaya diri, sebab banyak orang menghubungkannya dengan kebersihan tubuh yang buruk.

Gejala munculnya panu

Kebersihan kulit yang tidak terjaga, kelembapan yang tinggi serta adanya jamur Malassezia furfur memang menjadi kombinasi ideal munculnya panu pada kulit. Orang dewasa, remaja dan anak-anak yang lalai menjaga kebersihan kulit dapat dengan mudah terkena gangguan kulit yang satu ini.

Ada beragam gejala yang ditimbulkan panu, yakni:

Bercak yang berwarna lebih muda dari warna kulit di sekitarnya pada orang dengan kulit berwarna. Sementara pada orang berkulit pucat, maka bercak tersebut akan tampak lebih gelap dibanding dengan warna kulit di sekitarnya.

Bentuknya bulat atau tidak beraturan, dapat berbatas tegas atau tidak tegas.

Jika diraba, terasa ada sisik halus dan tipis.

Bercak sering ditemukan pada kepala, muka, leher, bagian atas dada, ketiak, lengan, perut, lipat paha, dan kaki. Selain itu, panu juga lebih sering muncul pada daerah yang tertutup pakaian dan lembap.

Baca Juga
Bunda, Senakal-Nakalnya Anak, Jangan Pernah Katakan Hal ini
Keperawanan Bisa Dilihat dari Bentuk Tubuh? Fakta Atau Mitos?
Mengenal Kanker Paru-Paru yang Merenggut Nyawa Istri Indro Warkop, Ternyata dari Asap Rokok!

Disertai gatal yang dapat bertambah parah ketika berkeringat. (Ila)

(Sumber: klikdokter)