Kejagung Targetkan 88 Perusahaan Pengekspor CPO

  • Nasional
  • Kamis, 21 April 2022 - 00:27 WIB

MANAberita.com – KEJAKSAAN Agung menyatakan terdapat 88 perusahaan yang terpantau selama Januari 2021 sampai Maret 2022, telah melakukan kegiatan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya.

Saat ini terdapat tiga perusahaan yang telah diusut oleh penyidik kejaksaan karena diduga  telah melanggar hukum. Jaksa pun menyebut peluang bertambahnya tersangka dalam perkara itu terbuka.

“88 (perusahaan) itu yang kita cek, bener enggak ekspor itu dikeluarkan dia telah memenuhi DMO (domestic market obligation) di pasaran domestik. Kalau dia enggak (memenuhi kewajiban), ya bisa tersangka dia,” kata Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Febrie Adriansyah, Rabu (20/4).

Mengutip CNN Indonesia, Febrie mengungkapkan bahwa perusahaan yang mendapat persetujuan ekspor dari pihak Kementerian Perdagangan seharusnya memenuhi kewajiban DMO sebesar 20 persen.

Ia mengatakan bahwa syarat harus dilakukan untuk menghindari kelangkaan minyak goreng di pasaran domestik. Namun, jaksa menelisik dugaan pelanggaran hukum dalam penyaluran minyak itu.

“Ini kan terjawab nih, kenapa kosong? Karena ternyata di atas kertas dia mengakui sudah memenuhi kewajiban DMO-nya, sehingga diekspor di lapangannya dia enggak keluarkan ke masyarakat,” jelas dia.

Diketahui, kasus ini ditelisik jaksa sejak Januari 2021 hingga Maret 2022. Kala itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengambil kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) agar perusahaan yang mengekspor komoditas itu dapat diatur alokasinya untuk kebutuhan dalam negergi.

Selain itu, pemerintah juga menerbitkan Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap penjualan minyak goreng di tengah masyarakat.

Ada empat tersangka yang ditetapkan polisi. Mereka ialah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor.

Kemudian, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, Stanley MA; dan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas, Picare Tagore Sitanggang sebagai tersangka.

Perkara berkaitan dengan penerbitkan izin ekspor oleh Kementerian Perdagangan kepada para pengusaha dengan melakukan perbuatan hukum.

“Telah ditemukan indikasi kuat bahwa perbuatan tindak pidana korupsi terkait pemberian persetujuan ekspor minyak goreng telah membuat masyarakat luas khususnya masyarakat kecil susah,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin, Selasa (19/4).

(sas)

Komentar

- Sponsored Ad -

Terbaru

  • Thu, 01 Dec 2022
Benua Afrika Menerima Vaksin Mpox Ke-1 Dari Korea Selatan!

Manaberita.com – BADAN kesehatan masyarakat terkemuka Afrika mengatakan mereka akan...

  • Thu, 01 Dec 2022
Pecah Rekor! Thanksgiving Tahun Ini Terbesar Bagi Amazon

Manaberita.com – RABU, Amazon mengatakan bahwa mereka memiliki akhir pekan...

  • Thu, 01 Dec 2022
Pasien HIV Wajib Vaksin Covid-19

MANAberita.com – SESEORANG dengan HIV (ODHIV) memiliki risiko lebih tinggi...

  • Thu, 01 Dec 2022
Polisi Swedia Lakukan Penyitaan Narkoba Terbesar Di Daerah Stockholm!

Manaberita.com – POLISI Swedia pada Kamis telah menyita sekitar 500...

  • Thu, 01 Dec 2022
Pemilik Barbershop Di Washington Ditembak Mati Saat Memotong Rambut Anak 8 tahun

Manaberita.com – SEORANG pemilik Barbershop ditembak mati dan dibunuh di...

  • Thu, 01 Dec 2022
Puluhan Tornado Menewaskan Ibu dan Anak!

Manaberita.com – TORNADO menerjang Albama tengah dengan kecepatan angin hingga...

Press ESC to close