Kades di Maluku Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa Hingga Ratusan Juta

  • Nasional
  • Jum'at, 05 Agustus 2022 - 18:43 WIB

Manaberita.com – KEJAKSAAN Negeri Kepulauan Aru menetapkan Kepala Desa Fatlabata, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Aru, Maluku inisial TK sebagai terdangka terkait kasus korupsi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) senilai Rp412 juta.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Maluku Wahyudi Kareba menyebutkan jika TK ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan di Kejari Aru kemarin.

“Iya yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di Kejari Aru pada kamis sore,” katanya melalui keterang resmi, Jumat (5/8).

Seusai menjalani pemeriksaan, penyidik langsung menahan TK selama 20 hari ke depan di Rutan Polres Aru.

“TK sudah menginap 20 hari di Rutan Polres Kepulauan Aru,” ujarnya.

Wahyudi menjelaskan bahwa kasus ini bermula saat Pemdes Fatlabata menggelontorkan anggaran dana desa tahun 2020 senilai Rp412 juta untuk mendukung program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Akan tetapi, terjadi perubahan usai TK mengalihkan proyek itu untuk pembangunan Rumah Pelajar di Kelurahan Siwalima Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Maluku.

Menurut Wahyudi, TK mengaku terpaksa membangun rumah singgah atau rumah pelajar di atas tanah miliknya karena desa tak memiliki lahan.

Diketahui jika proyek yang bernilai ratusan juta tersebut bersumber dari dana desa. Proyek tersebut tak kunjung selesai alias mangkrak padahal anggaran sudah dicairkan seratus persen.

“Sampai sekarang belum selesai pembangunannya dan tidak dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, sementara anggaran dana desa telah cair seratus persen,” katanya.

Lebih lanjut, Wahyudi menyebut dugaan korupsi mencuat usai Ahli Fisik Dinas PUPR memeriksa proyek tersebut.

Dalam temuan itu, TK mengganti kegiatan yang sudah dianggarkan dalam APBDes Desa Fatlabata tahun 2020 tidak melalui musyawarah, TK juga menitipkan uang pembangunan rumah pelajar kepada pihak penyedia bahan bangunan tanpa melibatkan Kaur Pembangunan Desa Fatlabata.

Pembangunan rumah pelajar Desa Fatlabata yang dibangun dengan menggunakan dana desa tahun 2020 tidak rampung sehingga tidak dapat dipergunakan.

“TK juga tak mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran dana desa dan tidak menyetor dana sisa pembangunan desa,” ujarnya.

Atas perbuatannya, TK dijerat pasal Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Rik)

Komentar

- Sponsored Ad -

Terbaru

  • Sat, 20 Aug 2022
Waduh! Pilot Ethiopian Airlines Tertidur Sehingga Melampaui Landasan Pacu

Manaberita.com – Kedua pilot tertidur di ketinggian 37.000 kaki (11.000 m),...

  • Sat, 20 Aug 2022
UAS Datangi Rizieq Shihab serta Petinggi PKS

MANAberita.com – PENCERAMAH kondang  Ustaz Abdul Somad (UAS) tengah mengunjungi Ketua...

  • Fri, 19 Aug 2022
Kasus Positif Covid-19 RI Terus Naik, Melebihi Ambang Batas WHO

MANAberita.com – POSITIVITY rate atau rasio kasus positif Covid-19 di Indonesia...

  • Fri, 19 Aug 2022
Nasib Siswa SD yang Diusir dari Barisan Pawai Gegara Baju Seragamnya Kusam

MANAberita.com – JAGAT dunia media sosial dihebohkan dengan beredarnya  video seorang...

  • Fri, 19 Aug 2022
Pelaku Pelecehan Seksual pada Anak di Pinggir Jalan Surabaya Ditahan

MANAberita.com – SEBUAH video yang memperlihatkan seorang pria tengah melakukan...

  • Fri, 19 Aug 2022
RK Buka Suara soal Aksi Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung

MANAberita.com – GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengkomentari aksi penembakan...

Press ESC to close