Teten Pecat Pelaku Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

  • Nasional
  • Senin, 28 November 2022 - 23:01 WIB

MANAberita.com – MENTERI Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki telah memecat dua PNS pelaku dugaan kekerasan seksual di Kemenkop UKM.

“Setelah melalui suatu proses koordinasi dengan BKN, Kemen PPPA, KASN, dan juga hasil penelusuran Tim Independen, kami putuskan memberikan sanksi disiplin berupa pemecatan kepada pelaku kekerasan seksual kepada dua PNS atas nama ZPA dan WA,” ujar Teten di kantornya, Senin (28/11).

Pelaku berinisial EW tidak dipecat, namun dikenakan sanksi penurunan jabatan. Terduga lain yakni pelaku berinisial MM diberikan sanksi pemutusan kontrak kerja.

“Satu PNS saudara EW berupa sanksi penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama satu tahun. Sedangkan untuk pegawai inisial MM yang berstatus pegawai honorer, dilakukan pemutusan kontrak kerja,” sambung Teten.

Tim Independen Pencari Fakta telah menyerahkan tujuh rekomendasi terkait kasus dugaan kekerasan seksual di Kemenkop UKM kepada Teten pada Selasa (22/11).

Salah satu rekomendasi Tim Independen yang dibentuk Kemenkop UKM itu terkait sanksi yang seharusnya dijatuhkan kepada para terduga pelaku pemerkosaan. Terutama, empat pegawai yang masih bekerja di kementerian tersebut.

“Kami merekomendasikan agar sanksinya diperberat,” ujar Ketua Tim Independen Pencari Fakta Ratna Batara Munti dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa lalu.

Dalam kasus ini ada empat pelaku yang masih bekerja di Kemenkop-UKM. Mereka berinisial MF, NN, WH, dan ZPA. Adapun WH dan ZPA berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

“Sanksi dari dua PNS yang semula hanya mendapat penjatuhan hukuman satu tahun penurunan masa jabatan itu dua pelaku utama…Kami rekomendasikan terhadap dua PNS ini kita rekomendasikan untuk diberhentikan,” jelas Ratna pekan lalu.

Sementara untuk dua pelaku lain yang merupakan tenaga honorer, tim independen merekomendasikan agar salah satunya diputus kontrak. Sementara yang lainnya dikenakan sanksi diturunkan masa jabatannya.

Kasus dugaan pemerkosaan oleh sejumlah pegawai Kemenkop UKM terhadap perempuan berinisial ND, yang juga bekerja di Kemenkop UKM, sebelumnya diusut di Polresta Bogor, Jawa Barat.

Kasus itu kemudian disetop penyidikannya atau SP3, namun kembali menyorot perhatian pada 2022 hingga jadi perhatian Pemerintah Pusat dan dibahas dalam rapat gabungan di Kantor Kemenko Polhukam.

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan dalam rapat itu diputuskan kasus pemerkosaan tersebut dibuka kembali pengusutannya, dan perkaranya ditarik ke Polda Jabar.

“Memutuskan bahwa kasus perkosaan terhadap seorang pegawai di kantor Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang korbannya bernama NDN dilanjutkan proses hukumnya dan dibatalkan SP3-nya,” ujar Mahfud, Senin (21/11).

(sas)

Komentar

- Sponsored Ad -

Terbaru

  • Sun, 05 Feb 2023
Jazilul Fawaid Nilai Tak Ada Lagi Alasan Untuk Tunda Pemilu 2024

Manaberita.com – JAZILUL Fawaid selaku Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa...

  • Sun, 05 Feb 2023
Dinkes Temukan Dua Kasus Baru Ginjal Akut Terkonfirmasi di DKI

Manaberita.com – DINAS Kesehatan atau Dinkes DKI Jakarta mengonfirmasi terkait temuan...

  • Sun, 05 Feb 2023
Terkait Wacana Tunda Pemilu, Bamsoet Serahkan ke Parpol

Manaberita.com – KETUA MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebutkan peluang terwujudnya...

  • Sun, 05 Feb 2023
PSI Usulkan Jabatan Gubernur Dipilih Oleh Presiden

Manaberita.com – PARTAI Solidaritas Indonesia atau PSI tidak setuju dengan usulan...

  • Sun, 05 Feb 2023
Sandiaga Uno Diminta Demokrat Buka Perjanjian dengan Anies soal Utang Rp 50 M

Manaberita.com – PARTAI Demokrat merespons isu terkait capres NasDem, Anies Baswedan,...

  • Sun, 05 Feb 2023
Polisi Korban Pemerasan Sesama Polisi Ajukan Mundur dari Polri: Capek Tak Diusut-usut

MANAberita.com – ANGGOTA Provos Polsek Jatinegara, Bripka Madih, yang saat ini...

Press ESC to close