Selama Ramadan, Diskotek hingga Panti Pijat di Jakarta Dilarang Beroperasi

  • Kamis, 23 Maret 2023 - 16:13 WIB
  • Nasional

Manaberita.com – SELAMA bulan suci Ramadan Pemprov DKI Jakarta menerbitkan ketentuan operasional usaha pariwisata. Diskotek hingga panti pijat yang berdiri sendiri dilarang beroperasi selama Ramadan.

“Jenis usaha tertentu, seperti kelab malam, diskotek, mandi uap, rumah pijat, arena permainan ketangkasan manual, mekanik dan/atau elektronik untuk orang dewasa, serta bar/rumah minum wajib tutup pada satu hari sebelum bulan suci Ramadan sampai dengan satu hari setelah hari kedua Hari Raya Idul Fitri,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata, dikutip dari detikcom.

Walaupun demikian, Pemprov DKI mengecualikan bagi kelab malam dan diskotek yang menyatu dengan area hotel minimal bintang 4 dan kawasan komersial serta tak berdekatan dengan permukiman warga, rumah ibadah, sekolah atau rumah sakit. Tempat hiburan malam dengan kategori tersebut wajib tutup dalam momen tertentu. Berikut aturannya:

1. Wajib tutup saat 1 hari sebelum bulan suci Ramadan
2. Wajib tutup saat hari pertama bulan suci Ramadan
3. Wajib tutup saat malam Nuzululqur’an
4. Wajib tutup saat satu hari sebelum Hari Raya
5. Wajib tutup saat Idul Fitri atau Malam Takbiran
6. Wajib tutup saat hari pertama dan hari kedua hari raya Idul Fitri.

Baca Juga:
Warga Padati Masjid Istiqlal di Hari Pertama Salat Tarawih

Ketentuan jam operasional tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Nomor: e-0009/SE/2023 per tanggal 21 Maret 2023. Penyelenggara usaha diminta menjaga suasana kondusif selama Ramadan.

“Penyelenggara usaha pariwisata turut diminta menjaga suasana yang kondusif pada bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Tidak hanya mengatur jam operasional, dalam Surat edaran ini juga tertuang ketentuan penyelenggaraan usaha pariwisata,” ungkapnya.
(Rik)

Komentar

Terbaru