Masyarakat Keluhkan Pertalite Bikin Boros Kendaraan, Pakar Mesin ITB Buka Suara

  • Selasa, 27 September 2022 - 22:10 WIB
  • Nasional

MANAberita.com – PAKAR mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Iman Kartolaksono Reksowardojo menjelaskan pewarna tak berpengaruh pada kualitas BBM. Sedangkan anggapan Pertalite sekarang bikin boros dikatakan Iman merupakan penilaian subjektif.

“Pewarna itu tidak ada pengaruhnya,” ungkap dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/9).

Pertalite diketahui merupakan BBM yang memiliki penampilan visual jernih dan terang. Pertamina mewarnai Pertalite hijau.

Meski begitu beda dari Pertamax (biru) dan Premium (kuning) yang tercatat punya spesifikasi ‘kandungan pewarna’ maksimal 0,13 gram per 100 liter, Pertalite tak memilikinya, begitu pula Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Biosolar (B30).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan pemakaian warna pada BBM untuk membedakan saja antara Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Kata dia semua jenis BBM berwarna bening.

“Warna yang diberikan pada BBM hanya untuk pembeda, tidak ada kaitannya dengan boros tidaknya dalam penggunaan BBM. Zat pewarna ini tidak berpengaruh terhadap performa atau kualitas atau spesifikasi BBM,” ujar Irto.

Irto menjelaskan spesifikasi Pertalite yang dijual ke masyarakat sesuai Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Baca Juga:
Viral di Media Sosial Disebut Makin Keruh dan Boros

Iman yang membahas soal dugaan kualitas Pertalite saat ini bikin boros kendaraan menjelaskan untuk pembuktian butuh pengujian.

“Tidak bisa menilai kualitas BBM hanya dari kebiasaan sehari-hari, karena penilaian tersebut tidak terkontrol,” kata Iman.

Menurut Iman yang harus dilakukan yaitu membandingkan Pertalite lama (sebelum harga naik) dengan Pertalite yang saat ini dijual di SPBU.

Baca Juga:
Ngeri! Di Somalia Sedikitnya 19 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Al-Shabab

Situasi pengujian juga disebut harus identik, yakni rute, jam pengujian, dan jenis kendaraan. Iman bilang jika salah satu saja ada yang berbeda maka akan memengaruhi pengetesan.

Makanya, pengujian harus apple to apple. Intinya, harus ada pengujian. Jangan hanya subjektivitas,” ucap Iman.

(sas)

Komentar

Terbaru