MANAberita.com – WORKSHOP kajian Ilmu Politik dengan tema “Arah Sistem Politik Indonesia dalam Konteks Menuju Pemilu Serentak 2019” yang diadakan di gedung pasca sarjana UIN Raden Fatah Palembang dengan mendatangkan langsung pemateri dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Dr. Achmad Buchari, S.Ip., M.Si, Kamis (18/05/17).
Dalam kajiannya, Buchari menjelaskan bagaimana gambaran Pemilu di tahun 2019 mendatang dan apa saja yang menjadi kelebihan serta kelemahan dalam pemilu.
Dirinya juga mengharapkan agar kita tidak ikut-ikutan mengurus kelompok lain yang kita sendiri tidak tau tujuan dan arahnya.
Joni Iskandar jurusan Ilmu Politik Angakatan 2015 menanyakan tentang isu-isu yang bakal muncul di pemilu 2019.
“Apakah isu sara keagamaan yang terjadi seperti pemilu Gubernur Jakarta akan terulang lain pada pemilu 2019 atau malah muncul isu-isu lain Pak?”
Buchari menjawab jika isu sara keagamaan tidak buru-buru diselesaikan tahun 2017, maka ada kemungkinan terjadi di tahun berikutnya.
Dosen Unpad ini juga menjawab pertanyaan Nuraini Jurusan Jurnalistik yang menanyakan tentang hubungan politik dengan pers.
“Hubungan Politik dan Pers sangat membantu. Siapa yang menguasai komunikasi, maka dia akan menguasai dunia,” kata Buchari.
Dalam dunia politik pasti ada money politik dan Golongan Putih (Golput). Keduanya tidak bisa dielakkan. Hal tersebut terjadi karena pendidikan dasarnya belum kuat.
“Money politik bisa dihindari dengan cara jangan diterima dan jangan dipilih calonnya. Tapi sekarang masyarakat pintar, uangnya diterima tapi orangnya tidak dipilih,” ujarnya. (nad)