Posting Foto Anaknya yang Tidur Kelelahan Saat Pulang Sekolah, Netizen Juga Ikut Salahkan Program Full Day School

Dampak sekolah full day, membuat anak-anak tidak ada waktu dirumah.
Dampak sekolah full day, membuat anak-anak tidak ada waktu dirumah.

MANAberita.com – TIGA foto anak sekolah sedang tertidur yang diunggah oleh pemilik akun Facebook @Jhony Hendra ini menjadi viral karena dibarengi dengan caption kritikan untuk program sekolah full day. Sebagai ayah, Jhony merasa kasihan dan tidak tega melihat anaknya penuh peluh dan kelelahan sampai tertidur dalam keadaan masih mengenakan atribut sekolah.

Postingan yang di unggah tanggal 28 Juli ini menuliskan curhatan Jhony sekaligus kritikan kepada pemerintah yang membuat program sekolah full day. Dia juga menceritakan rutinitas anaknya dari bangun pagi sampai pulang sore hari.

Selain itu, Jhony menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memikirkan kondisi psikologis guru maupun murid. Dia menganggap kebijakan ini menyita waktu sehingga mereka tidak  berkesempatan melakukan aktivitas lain.

[Dampak Full Day School]

Jam 04.00 anak-anakku sudah bangun semua, mereka mandi sebelum subuh, sholat Subuh, baca Al-quran, sarapan, terus ke sekolah jam 06.30 sampai jam 16.00, tiba dirumah jam 16.30, dalam perjalanan pulang mereka semua tertidur dimobil. Yang kemudian kugendong, dalam keadaan masih tertidur dengan sepatu lengkap bersimbah keringat, dalam keadaan letih capek yang luar biasa.
Menjelang magrib kubangunkan, terus mandi, sholat Maghrib dan Isya, makan malam, terus mereka tidur lagi sampai pagi tanpa belajar di malam hari.

Inikah yg dinamakan program hebat?

Belum lagi keadaan gurunya yg pulang menjelang magrib dengan kehidupan yang pas-pasan. Tak ada waktu buat mereka untuk mencari peluang hidup yg lebih baik.

Terkadang aku berfikir, betapa bodohnya kalian yang membuat kebijakan, tidakkah kalian tau daya tampung fokus seorang anak itu terbatas, belajarlah psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, jangan lakukan program uji coba yang dapat merusak generasi bangsa ini.

Mungkin anda belum pernah menjadi guru, sehingga kebijakan yang dibuat menyengsarakan guru, menyengsarakan anak anak bangsa ini. Kritik pedas buat kalian yg membuat peraturan tanpa memikirkan akibatnya.

Baca Juga:
SDN 34 Talang Kelapa Banyuasin Terus Berbenah

Setelah melihat postingan Jhony, netizen juga ikut menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan seperti ini. bahkan ada dari mereka yang bersyukur karena di sekolahnya tidak menerapkan program itu.

@Fahada Rizqi, “Kelelahan sebenarnya bukan hanya dirasakan oleh peserta didik. Terkadang full day school hanya program paksaan yang tidak terlalu efektif. Apakah yang membuat kebijakan tidak berfikir dengan psikologis para pelaku yang terlibat dalam program.tersebut ?”

@Hakim Ahmadi, “Untung saja sekolah saya tidak menerapkan fullday scooll sehingga program ektrakurikuler yg tujuannya untuk prestasi dan merfres otak siswa berjalan lancar”

Baca Juga:
Dilempari Dengan Kotoran Manusia, Sekolah ini Buat Spanduk Yang ‘Menampar’ Wali Siswa

@Alamsyah Arif, “Kebijakan dari Hasil “Menghayal” dibelakang meja,”

@Andika Taufiq, “kasihan kondisi sikologis mereka2 yg tdk memikirkan dampak mudurat nya”

@Anton Setiawan, “Betul betul orang2 diatas bisany cuma melakukan uji coba yg jelas jelas menyengsarakan guru n siswa.anak terllu bnyk bljr gx tmbh pinter mlh pd stresss.” (nad)

Komentar

Terbaru