Stop! Inilah Bahaya Terlalu Banyak Memberikan Anak Susu

MANAberita.com — ANDA tentu pernah mendengar bahwa ada anak yang sangat menyukai susu, bukan? Hal ini membuat anak yang menyukai susu menjadi sangat sering mengonsumsi susu bahkan dalam porsi yang lebih dari kebutuhan hariannya.

Bagi sebagian besar orang, hal ini mungkin dianggap wajar karena masih banyak anggapan yang menyebutkan bahwa susu boleh banyak dikonsumsi karena merupakan makanan berprotein yang mudah cerna. Akan tetapi, hal ini juga bisa menimbulkan bahaya bagi anak, lho.

Kerap tak disadari, nyatanya konsumsi susu berlebihan pada anak-anak, baik pada usia mulai dari satu tahun hingga memasuki usia sekolah memberikan berbagai dampak negatif.
Kondisi ini memang tidak disadari oleh orang tua karena menggangap konsumsi susu aman karena mengandung zat gizi yang padat.

Loading...

Susu memang merupakan bahan makanan yang padat gizi berupa protein dan kalsium, namun meksipun kandungannya bermanfaat untuk tubuh bukan berarti susu jadi boleh dikonsumsi berlebihan.

Pada anak-anak yang masih mengalami masa tumbuh kembang, asupan zat gizi yang berlebihan dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.
Lebih jauh, kondisi akibat asupan gizi yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi kesehatan anak secara umum. Susu sebagai bahan makanan sumber protein dan mineral jika dikonsumsi berlebihan juga akan memberikan dampak yang sama.

Lantas, apa saja bahaya yang akan dirasakan anak jika mengonsumsi susu secara berlebihan?

Beberapa hal yang akan dirasakan oleh anak jika mengonsumsi susu terlalu banyak diakibatkan oleh asupan protein dan gula yang ada pada susu.

Keduanya jika diasup berlebihan akan memberikan dampak bagi kesehatan tubuh, baik pada sistem metabolisme, kondisi fisik dan pencernaan. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan bahaya akibat konsumsi susu berlebihan pada anak-anak:

1. Anak sering mengalami sembelit

Jika anak sering sembelit, bisa jadi hal ini disebabkan karena konsumsi susu yang berlebihan, apalagi jika tidak diimbangi dengan konsumsi buah-buahan yang cukup.

Konsumsi susu cenderung membuat anak merasa lebih cepat kenyang, karena volume susu yang cair cenderung mudah menekan nafsu makan anak. Kondisi ini membuat anak jadi malas mengonsumsi buah dan sayur.

Padahal buah dan sayur merupakan sumber serat yang tinggi, sedangkan susu sebagai makanan yang disukai anak, tidak banyak mengandung serat.

Hal ini yang membuat anak akan rentan mengalami gangguan pencernaan, dimana feses menjadi tidak lunak dan pencernaan juga tidak lancar. Kondisi ini tentu mengganggu karena buang air besar anak menjadi tidak lancar dan perut merasa tidak nyaman.
2. Anak mengalami kekurangan zat gizi

Susu memang memiliki kandungan gizi yang baik, namun tidak lengkap. Hal inilah yang menyebabkan konsumsi susu berlebihan akan membuat anak rentan mengalami kekurangan gizi. Misalnya saja karbohidrat, serat, serta vitamin dan mineral yang tidak ada pada susu.
Secara umum, asupan gizi yang kurang tentu dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Kondisi ini akan membuat fungsi organ dan sistem tubuh tidak optimal.

Lebih jauh, kondisi ini bisa menyebabkan anak terganggu kondisi fisiknya, baik berat badan hingga tinggi badan. Asupan gizi yang tidak tepat bisa memberikan efek negatif berupa berat badan anak tidak terkontrol tinggi badan anak yang terganggu.

3. Bahaya obesitas

Dampak paling berbahaya untuk anak-anak adalah terjadinya kelebihan berat badan yang dapat meningkatkan risiko obesitas.
Hal ini disebabkan kandungan protein yang tinggi pada susu, serta penambahan gula yang rentan diberikan pada susu anak. Protein dan gula merupakan dua jenis zat gizi yang memiliki kandungan kalori tinggi sehingga dapat menyebabkan obesitas.

Baca Juga
Inilah Ciri Orang Cerdas, Mungkin Kamu Salah Satunya
Resep Rujak Serut yang Enak Banget, Bikin Ketagihan
Ciri-Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin, Ada yang Sampai Memar Misterius

Obesitas yang terjadi pada anak-anak dapat menyebabkan peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung hingga penyakit akibat gangguan pada pembuluh darah. (Dil)

(Sumber: Dokter Sehat)