Alami Stroke, Pengacara Lukas Enembe Minta Izin Presiden Berobat ke Luar Negeri

  • Nasional
  • Jum'at, 23 September 2022 - 22:21 WIB

MANAberita.com –  KUASA Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe Stefanus Roy Rening memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan izin kliennya berobat ke luar negeri.

Permintaan tersebut disampaikan seiring dengan penetapan Gubernur Papua 2 periode tersebut sebagai tersangka terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya atas nama Tim Hukum Pak Gubernur meminta agar Presiden Jokowi memberikan izin beliau berobat ke luar negeri dalam rangka menyelamatkan nyawa dan jiwa Pak Gubernur,” ungkap Stefanus di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9).

Stefanus mengatakan jika kondisi kesehatan Lukas mengalami penurunan sehingga perlu dilakukan perawatan intensif di Singapura. Ia juga menilai, apabila permintaan tersebut tak dikabulkan, dikhawatirkan akan timbul gejolak masyarakat di Tanah Papua.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari terakhir massa pendukung Lukas Enembe menggelar aksi demonstrasi di Jayapura, Papua. Dalam aksi tersebut, mereka mengecam KPK imbas dari penetapan Lukas sebagai tersangka.

“Kami tim hukum memandang bahwa kalau langkah-langkah ini tidak diambil oleh negara, maka bisa membuat suasana di Tanah Papua tidak harmonis,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dokter Pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe Anton Mote menyebut pihaknya telah menyampaikan kondisi terkini Lukas Enembe ke penyidik KPK. Ia menyebut, Lukas harus segera menjalani kontrol kesehatan di Singapura.

Anton mengatakan pihaknya sudah menyerahkan bukti rekam medik dan surat-surat pengobatan dari Singapura ke tim penyidik KPK. Ia juga menginformasikan, Lukas sudah menderita penyakit cukup serius sejak 2015 lalu.

“Ya salah satunya adalah stroke, tidak bisa bicara,” kata Anton.

Ia juga mengatakan kondisi Lukas sempat memburuk usai penetapan dirinya sebagai tersangka. Ia khawatir apabila tidak segera mendapatkan perawatan intensif, kondisi Lukas akan semakin memburuk dan berbahaya.

KPK telah menjerat Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Meski tidak menyampaikan secara detail perihal kasusnya, KPK menyinggung penyalahgunaan dana otonomi khusus (otsus).

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 7 September 2022 sampai 7 Maret 2023. Langkah itu dilakukan guna kelancaran proses penyidikan. Baru-baru ini pula, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Lukas Enembe sebesar Rp560 miliar.

(sas)

Komentar

- Sponsored Ad -

Terbaru

  • Mon, 03 Oct 2022
KAI Luncurkan Kereta Panoramic

MANAberita.com –  PT KERETA Api Indonesia (KAI) terus melakukan inovasi...

  • Mon, 03 Oct 2022
Heboh! Pasangan Suami Istri di Jambi Beli Mobil dengan Uang Koin Pecahan

MANAberita.com – PASANGAN suami istri di Kota Jambi, menghebohkan karyawan dealer...

  • Mon, 03 Oct 2022
Dalam Tragedi Kanjuruhan 28 Anggota Polri Diduga Langgar Etik

Manaberita.com – SEBANYAK 28 anggota Polisi diperiks oleh Mabes Polri atas...

  • Mon, 03 Oct 2022
Sekjen PSSI: Panpel Arema Lalai Dalam Tugasnya di Tragedi Kanjuruhan

Manaberita.com – PANITIA pelaksana pertandingan Arema dianggap lalai oleh PSSI dalam...

  • Mon, 03 Oct 2022
Buntut Prank Laporan Kasus KDRT, Baim Wong dan Paula Resmi Dipolisikan

Manaberita.com – PASANGAN artis Baim Wong dan Paula Verhoeven di laporkan...

  • Mon, 03 Oct 2022
Daftar 9 Komandan Brimob di Polda Jatim Juga Dicopot!

Manaberita.com – KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mencopot Kapolres Malang...

Press ESC to close