Jernix dan Via Vallen

MANAberita.com — PEDANGDUT Via Vallen dikritik drummer Superman Is Dead (SID) Jerinx karena membawakan lagu Sunset di Tanah Anarki tanpa izin. Kekecewaan Jerinx SID kepada Via Vallen disampaikan melalui media sosial, Instagram dan Twitter.

Disalah satu cuitannya di Twitter, Jerinx SID bahkan menyebut Via Vallen dengan kata makian.

Setelah disindir Jerinx SID, Via Vallen beri klarifikasi melalui akun Instagramnya. Rupanya Via Vallen enggan mengklarifikasi secara langsung karena tersinggung dengan kata makian yang ditulis Jerinx SID.

Apalagi Jerinx SID, dalam kacamata Via Vallen, mengangkat istilah yang dia rasakan menyudutkan harga dirinya sebagai perempuan.

Melansir Tribunnews, namun awalnya Via Vallen meminta maaf jika telah merusak roh lagu tersebut dengan irama musik dangdutnya.

Kedua, Via Vallen mengaku tak tahu menahu soal DVD komersial yang disebut-sebut Jerinx.

Ketiga, Via Vallen mengaku tak pernah mendapat keuntungan sepeser pun dari pengkomersilan DVD seperti yang telah ditudingkan Jerinx.

“Pertama, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf kepada pihak Mas Jerinx selaku pemilik SID jika memang selama ini tidak berkenan lagunya saya pakai untuk bernyanyi di atas panggung off air dengan irama musik dangdut yang menurut Mas merusah RUH dari lagu tersebut.”

“Sekali lagi dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf, sungguh saya tidak ada sedikitpun niat untuk merusak lagu siapa pun melalui genre musik saya (emoji)”

“Kedua, lagu Sunset di Tanah Anarki yang saya nyanyikan sekitar tahun 2013 katanya sudah dikomersilkan dalam bentuk DVD.”

“Pertanyaan saya, dalam bentuk VCD apa?”

“Bajakan, kah? Atau VCD resmi dari label??”

“Setahu saya, setiap saya off air memang beberapa penyelenggara mendokumentasikannya dengan video shooting, saya HANYA SEBATAS MENYANYI di atas panggung dan setahu saya dokumentasi tersebut untuk koleksi pribadi mereka, saya tidak tahu menahu soal dikomersilakn lewat VCD ataupun YouTube, karena sekali lagi saya hanya sebatas menyanyikannya ketika di atas panggung.”

“Soal dikomersilkan saya tidak tahu dan saya juga tidak pernah menikmati hasil dari dikomersilkannya dokumentasi tersebut.”

“Kalau dikomersilkan lewat VCD bajakan saya mohon maaf, saya tidak bisa berbuat apa-apa karena saya tidak tahu siapa pembajaknya.”

“Tapi, jika memang ada lagu Sunset di Tanah Anarki yang saya nyanyikan ketika off air dikomersilakn melalui kaset VCD original oleh label manapun, silakan kasih saya bukti kaset VCD-nya, saya siap MENUNTUT label tersebut karena saya pribadi tidak pernah merasa diminta menyanyikan lagu tersebut untuk dikomersilkan atau dijual bentuk kaset VCD-nya oleh label lokal atau manapun (emoji).”

“Ketiga, soal cover, mencuri lagu sampai memperkaya diri.”

“Saya mohon maaf jika memang saya salah karena menyanyikan lagu Anda di panggung off air tanpa seijin Anda, tapi mohon maaf saya tidak merasa mencuri lagu Anda karena saya cuma menyanyikan di panggung off air dan sampai detik ini lagu itu masih jelas MILIK ANDA, jika saya mencuri sudah pasti saya akan mengakui bahwa lagu tersebut adalah lagu yang saya ciptakan, tapi di sini saya tidak pernah mengakui karya orang lain sebagai karya saya (emoji).”

“Soal memperkaya diri dari lagu tersebut, saya juga ingin menjelaskan bahwa sampai detik ini, saya BELUM PERNAH merasakan 1 RUPIAH pun uang dari hasil penjualan fisik VCD atau digital (YouTube) dan lain-lain dari lagu tersebut seperti yang Anda tuduhkan.”

“Ngomong-ngomong soal digital, kalau kalian mau menanyakan soal cover di YouTube Via Vallen Official, sampe detik ini pun “Via Vallen Official” YouTube saya belum pernah mencairkan uang 1 rupiah pun (emoji)”

“Jika kalian ragu dengan statement saya ini, kalian bisa langsung cek ke kantor YouTube yang ada di Indonesia untuk menanyakan kebenaran soal akun YouTube saya “Via Vallen Official”.

“Tujuan saya mengcover lagu untuk diunggah di YouTube “Via Vallen Official” sekali lagi BUKAN UNTUK UANG.”

“Jadi selama ini saya hanya mendapatkan uang dari off air panggung ke panggung, BUKAN DARI DIGITAL.”

“Dan saya rasa itu sudah lebih dari cukup untuk hidup saya dan keluarga saya,” tulis Via Vallen.”

Via Vallen lantas menegaskan dirinya enggan mengonfirmasi dan bertemu langsung dengan Jerinx SID.

Pasalnya menurut Via Vallen, Jerinx SID telah merendahkan harga dirinya dengan kata makian tersebut.

“Saya seorang anak perempuan yang dilahirkan oleh perempuan yang luar biasa dengan harapan besar menjadi orang yang sukses, baik, dan membanggakan Tapi di sini Anda bilang bahwa saya ga ada bedanya sama “F*CKING WH*RE” buat yang nggak tahu artinya apa, menurut Google artinya adalah “PEL*CUR SIAL*N”

“Jangankan saya, seorang pel*cur dibilang pel*cur saja pasti nggak terima, apalagi saya yang bukan pel*cur???”

Bagaimana perasaan saya? Apalagi perasaan orang yang telah melahirkan saya?? Ibu mana yang terima anaknya disamakan dengan pel*cur??? Jadi apakah saya salah jika saya tidak mau mengklarifikasi dengan orang yang sudah menyamakan saya dengan pel*cur???”

“Coba dibalik kalau adik perempuan/ kakak perempuan/ ibu anda dibilang pel*cur, apakah Anda terima???

Hargai perempuan, karena yang melahirkan Anda adalah perempuan.

Sekali lagi jika menurut kalian tindakan saya ini salah, saya mohon maaf (emoji),” tulis Via Vallen.

Namun rupanya Jerinx SID mengaku enggan meminta maaf kepada Via Vallen soal kata makian itu.

“Saya harus meminta maaf memanggilnya pela*ur? NEVER (tidak akan pernah),” tulis Jerinx.

Pasalnya menurut Jerinx SID kata makian tersebut sesuai untuk orang yang melakukan tindakan tidak terhormat hanya demi uang.

“Cuma pela*ur yang melakukan hal-hal tak terhormat hanya demi uang,” tulis Jerinx SID.

Ia menegaskan siapapun yang bertindak demikian maka tak ubahnya sama dengan kata makian tersebut. Meski begitu Jerinx SID mengaku sudah memaafkan Via Vallen.

“Baguslag VV minta maaf. Saya maafkan,” tulis Jerinx SID.

Baca Juga
Usai Ijab Kabul, Pengantin Perempuan ini ‘Kabur’ Demi Ikuti Tes CPNS
Coba Hentikan Menstruasi dengan Penyedot Debu, 2 Perempuan ini Malah Berakhir Celaka
Tanda-Tanda si Dia Sudah Berselingkuh Secara Batin

Ia berharap peristiwa serupa tak ulang kembali, pasalnya menurut Jerinx SID membuat sebuah lagu itu membutuhkan proses yang cukup rumit.

“Semoga enggak terulang lagu, dan ini bisa jadi pelajaran buat penyanyi lainnya. Memberi ruh sebuah lagu itu perlu proses yang sangat rumit dan personal,” tulis Jerinx SID. (Zee)