Mutilasi di Malang

MANAberita.com — PELAKU pembunuhan dan mutilasi yang meninggalkan korbannya di Pasar Besar Malang (PBM), merupakan orang yang sadis dan memiliki gangguan psikologis.

Adanya dugaan pelaku merupakan seorang yang mengalami gaangguan pssikologis, atau psikopat tersebut, diungkapkan oleh kriminolog Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prija Djatmika.

“Pelaku bisa diduga psikopat, karena tega membunuh korbannya, dan memotong-motong tubuh korbannya. Kalau tidak memiliki gangguan psikologi, tidak mungkin dia tega melakukannya,” ujarnya, mengutip Sindonews.

Loading...

Adanya tulisan-tulisan yang ditinggalkan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menurutnya juga menjadi bukti bagaimana pelaku tersebut memiliki gangguan psikologis.

Tetapi, tanpa disadari oleh pelaku, keberadaan tulisan-tulisan di TKP tersebut, menurut pria yang menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Hukum (FH) UB ini, juga bisa menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengungkap kasus mutilasi ini.

“Ada kecerobohan yang dilakukan pelaku dengan meninggalkan tulisan-tulisan tangan di TKP. Dari tulisan-tulisan itu, polisi bisa mengungkap sidik jari dan bukti-bukti lain dari pelaku,” terangnya. (Dil)

Baca Juga
Bertengkar Dengan Pacar Mahasiswi Akper Gantung Diri
9 Fakta Wanita Cantik yang Dimangsa Buaya di Minahasa, Ternyata Tinggal Bagian Ini yang Tersisa
Mengharukan! Mata Tidak Bisa Melihat Dengan Jelas, Pria ini Ajak Anaknya Keliling Jualan Siomay