Pemerintah Data Warga di Kolong Tol Angke Jakbar: Ada 31 KK

  • Selasa, 20 Juni 2023 - 23:52 WIB
  • Nasional

MANAberita.com – PIHAK Kelurahan Jelambar Baru, Jakarta Barat, saat ini tengah mendata warga yang tinggal di kolong tol dalam kota, tepatnya di sekitar Gerbang Tol Angke 2, Senin (19/6).

Pihak kelurahan bersama dengan Satpol PP hingga Babinsa mendatangi pemukiman tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Warga kolong Tol Angke diminta menunjukkan Kartu Keluarga (KK) serta KTP.

Lurah Jelambar Baru Danur Sasono mengungkapkan dari pendataan awal, kelurahan mendapati 31 KK yang bermukim di kolong tol tersebut dan masih ada beberapa keluarga yang belum terdata lantaran sedang tak ada di lokasi.

“Data awal 31 KK yang di lokasi. Akan datang lagi untuk memastikan data valid,” kata Danur.

Ia juga menjelaskan lahan yang ditempati warga tersebut milik PT Jasa Marga. Danur menyebut persoalan lahan itu bakal dibahas dalam rapat antara Pemkot Jakarta Barat dan Jasa Marga.

“Pemetaan awal, menunggu hasil rapat pimpinan,” katanya.

Adapun untuk masuk ke dalam permukiman warga di kolong tol tersebut, terdapat celah antara beton bawah jalan tol dengan tanah sekitar 100 cm. Ketika masuk, seseorang harus menunduk, bahkan berjongkok.

Baca Juga:
Komentari Artis Berjilbab di Instagram MANAberita, ini Klarifikasi Mimi Peri

Usai menyusuri celah sekitar sembilan meter, badan baru bisa kembali berdiri tegak. Titik ini adalah celah ruas tol. Selain rumah warga yang ada di bawah kolong, terdapat juga musolah hingga sekolah.

Anggota DPRD Komisi D DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menertibkan permukiman tersebut secara persuasif.

“Penertiban harus dilakukan dengan cara humanis dan tentunya dengan pola pendekatan sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu, serta memberikan penyuluhan terkait bahayanya jika tinggal di bawah kolong jembatan,” kata Kenneth dalam keterangannya.

Baca Juga:
Tak Lagi Sembunyi di Bungker, Zelensky Muncul di Kantor Kepresidenan Ukraina

Menurut Kenneth, lokasi permukiman kumuh di kolong tersebut dapat mempengaruhi keindahan tata kota dan membahayakan warga yang tinggal di sana.

Ia mengatakan kesehatan warga di lokasi itu terancam lantaran permukiman tak memiliki sirkulasi udara yang layak dan fasilitas sanitasi buruk.

(sas)

Komentar

Terbaru