MANAberita.com — POLISI terus mendalami motif asmara dari kasus pembunuhan mayat dalam koper tanpa kepala, Budi Hartanto (28).
Bedasarkan hasil pemeriksaan 14 saksi yang rata-rata teman lelaki korban, motif asmara lebih menonjol daripada motif perampokan dan ekonomi.
Penyidik Kepolisian Jawa Timur saat ini telah menghilangkan motif perampokan dan ekonomi.
“Saat ini kita fokus mendalami motif asmara,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, melansir Rakyatku.
“Kita hilangkan motif perampokan dan ekonomi. Saat ini fokus ke motif asmara,” tambahnya.
Untuk itu, dalam waktu dekat ini polisi akan kembali memanggil dua saksi laki-laki yang juga teman dekat korban.
“Dua saksi lagi akan kita panggil,” bebernya dikutip Suara,
Selain itu kata Barung, pihaknya terus melakukan penyisiran untuk mencari potongan kepala korban di sekitar lokasi penemuan mayat.
“Pagi ini tim sedang melakukan penyisiran di lokasi untuk mencari potongan kepala,” ungkapnya.
Masyarakat di Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar geger, Rabu (03/04) pagi. Penyebabnya, warga menemukan sebuah koper hitam yang berisi jasad Budi. (Ila)