Ilustrasi bayi tabung

MANAberita.com — MEMILIKI buah hati adalah impian setiap orang. Namun, ada beberapa yang kesulitan memiliki anak do ngan normal sehingga terpaksa harus melakukan program bayi tabung.

Program ini juga mungkin dipilih bagi pasangan yang khawatir akan menurunkan kelainan genetik pada keturunannya. Program bayi tabung atau pembuahan in-vitro (dalam laboratorium) ini dapat memeriksa kelainan genetik pada embrio.

Lebih mengerti, inilah tahapan prosedur yang perlu dilakukan dalam pembuahan in-vitro atau in-vitro fertilization (IVF).
Stimulasi Hormon

Seorang wanita umumnya hanya menghasilkan satu sel telur setiap siklus menstruasi. Tetapi, program IVF membutuhkan beberapa telur agar tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

Wanita akan diberikan suntikan hormon selama dua minggu sebelum proses IVF agar siklus menstruasinya terhambat. Cara ini sekaligus mendorong ovarium untuk memproduksi lebih banyak sel telur.

Tes darah dan pemindaian ultrasound (USG) akan dilakukan selama jangka waktu tersebut agar produksi SEL telur dapat dipantau.
Pengambilan Telur

Telur yang sudah siap akan disedot keluar tubuh wanita. Prosedur ini membutuhkan anestesi. Pasalnya, sebuah jarum sangat tipis akan dimasukkan lewat vagina menuju indung telur atau ovarium dengan bantuan alat ultrasound.

Jarum ini terhubung dengan alat penyedot yang akan menghisap telur keluar. Proses ini akan dilakukan pada masing-masing indung telur.
Inseminasi

Inseminasi adalah penempatan sperma ke sel telur. Pada tahap ini, sampel sperma pria yang bisa didapatkan dari donor ataupun sperma pasangan akan dipertemukan dengan sel telur dalam cawan petri.

Cawan petri akan diinkubasi dengan temperatur sesuai selama 48 hingga 120 jam. Pertemuan sperma dan sel telur seharusnya akan membentuk embrio.

Bila hal tersebut tidak terjadi, injeksi langsung sperma ke dalam sel telur akan dilakukan. Prosedur ini dikenal dengan mana ICSI (intracytoplasmic sperm injection)
Kultur Sel Embrio

Pertemuan antara sel telur dan sperma akan dipantau untuk memastikan pembuahan ini menghasilkan embrio. Embrio adalah bakal anak sebelum menjadi janin. Biasanya, embrio terbentuk dan siap dimasukkan ke rahim dalam 2 hingga 5 hari setelah pembuahan.

Pada tahap ini, pemindaian untuk mengetahui kelainan genetik akan dilakukan. Dokter akan memilih embrio dengan kualitas terbaik dan memasukkannya kembali ke dalam rahim wanita.
Penanaman Embrio

Wanita akan diberikan hormon progesteron untuk membantu dinding rahim menerima embrio sebelum dokter memasukkannya. Jumlah embrio yang ditanam boleh lebih dari satu jika tidak ada embrio terbaik

Transfer embrio dilakukan dengan selang tipis yang disebut kateter. Selang ini akan masuk melalui vagina menuju rahim dan melepaskan embrio di sana. Umumnya, embrio akan menempel dengan sendirinya ke dinding rahim dalam 6 hingga 10 hari.

Saat embrio telah tertanam ke dinding rahim, perkembangan menjadi janin pun dimulai. Tes darah dapat dilakukan untuk memastikan kehamilan.
Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung

Tingkat kesuksesan program IVF dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah penyebab kemandulan, di mana prosedur dilakukan, dan usia wanita saat melakukan program ini.

Data persentase keberhasilan IVF di Indonesia belum tercatat secara akurat. Namun, data Society of Assisted Reproductive Technologies, yaitu lembaga seputar kehamilan dengan bantuan teknologi milik AS mencatat tingkat kesuksesan bayi lahir dengan IVF sebagai berikut:

Baca Juga
Tulisan Dokter Jelek, Ternyata Ada Rahasia di Dalamnya
Terinfeksi Rubella dan Cytomegolavirus, Kondisi Bayi 8 Bulan Ini Sangat Memprihatinkan
Biadab! Tak Kunjung Berhenti Menangis, Ibu ini Justru Lakukan Hal Kejam Pada Bayinya

41% hingga 43% untuk wanita berusia di bawah 35 tahun
33% hingga 36% untuk wanita berusia 35 hingga 37 tahun
23% hingga 27% untuk wanita berusia 38 hingga 40 tahun
13% hingga 18% untuk wanita berusia 41 tahun atau lebih
Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa program IVF lebih berhasil pada wanita yang memiliki kadar vitamin D cukup. Pasalnya, tingkat persentase kehamilan wanita dengan tingkat vitamin D tinggi lebih besar 18% dibanding dengan wanita yang memiliki kadar vitamin D rendah.

Program bayi tabung bukanlah suatu langkah yang dapat ditentukan dengan mudah. Pasalnya, tahapan prosedur ini cukup invasif meliputi memasukkan benda asing ke dalam tubuh, operasi juga suntik hormon. (Dil)

(Sumber: DokterBabe)