Ilustrasi pembunuhan

MANAberita.com — IMBALAN apakah yang anda berikan pada orangtua setelah dengan perjuangannya membesarkan anda sampai sekarang ini.

Tentu sulit bagi anda untuk bisa membalsa jasa orangtua anda yang kini sudah memasuki masa renta atau sudah usialanjut.

Kasih sayang dan perhatian menjadi obat rindu bagi orangtua melihat anaknya sudah tumbuh dewasa.

Orangtua tentu saja memiliki cara tersendiri mendidik anaknya hingga menjadi orang yang sukses.

Namun tidak semua didikan orang tua bisa diterima si anak dan membuatnya menurut atau patuh.

Contohnya pria ini yang justru membunuh ayahnya kandungnya dengan menyewa pembunuh bayaran.

Ia bahkan dengan teganya mengantar dan menjemput lelaki yang akan membunuh ayahnya tersebut dan diantarkan ke lokasi ayahnya yang sedang beraktifitas.

Dengan uang Rp 2,9 juta, nyawa ayahnya akhirnya tercabut dan anak tersebut tanpa berdosa kembali mengantar pelaku pembunuhan menjauh dari lokasi.

Namun sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga.

Kasus pembunuhan tersebut terungkap setelah pelakunya menceritakan perihal pembunuhan yang dilakukannya.

Maka terungkap pula pelakunya yang tak lain adalah anak kandung korban. Ternyata motivasinya hanya karena kesal ayahnya meminta fokus belajar.

pelakunya adalah seorang pemuda asal negara bagian Bihar, India.

Ia menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh ayahnya yang sudah renta.

Alasannya amat sederhana, pemuda itu kesal karena kerap dimarahi ayahnya karena dianggap tidak serius saat belajar.

Peristiwa itu muncul ke permukaan ketika kepolisian pada akhir pekan lalu menahan seorang anggota geng dalam kasus pembunuhan seorang pengacara.

Dalam pemeriksaan, anggota geng itu mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan pengacara dan juga seorang pensiunan dokter bedah.

Anggota geng itu mengatakan, untuk pembunuhan yang terakhir dia dipekerjakan oleh putra kandung korban.

Berdasarkan informasi dari sang tersangka pembunuh, polisi kemudian menangkap pemuda bernama Nikhil Kumar, warga kota Muzaffarpur.

“Pemuda ini mengatakan, ayahnya selalu memintanya untuk fokus dalam belajar dan dia memutuskan untuk membunuhnya,” ujar perwira polisi Niraj Kumar.

Niraj mengatakan, pemuda itu memberikan uang muka kepada sang pembunuh sebesar 15.000 rupee atau sekitar Rp 2,9 juta.

Baca Juga
Terlalu Lama Menonton Drama Korea, Mata Gadis ini Alami Stroke
3 Tahun Menikah dan Tak Kunjung Hamil, Pria ini Tega Bakar Istrinya Hidup-Hidup
Remaja 12 Tahun Tewas Tersedak Bakso, Begini Kronologinya

Pemuda itu bahkan menjemput dan mengantar sang pembunuh ke tempat ayahnya, yang saat itu sedang berjalan-jalan di wilayah Kumhrar, Patna.

Menurut polisi pembunuhan itu dilakukan di tepi jalan tak jauh dari sebuah kedai teh. Sang korban, Dr Chandrashekhar Prasad, pensiun beberapa pekan sebelum dia dibunuh pada November 2018. (Alz)